Sebuah cincin debu tebal yang tidak lazim, terlihat mengelilingi suatu bintang di arah rasi Aries. Piringan debu ini diduga merupakan akibat dari tabrakan antara dua planet di sana sekitar 1.000 tahun lalu.
Menurut para peneliti dalam tulisan di journal Nature, tabrakan tersebut mungkin serupa dengan tabrakan antara Bumi kita jaman dahulu yang kemudian menghasilkan Bulan.

“Kami beruntung bisa mendeteksinya. Ini seperti menemukan jarum di tumpukan jerami,” kata Inseok Song, astronom yang melakukan observasi menggunakan teleskop-teleskop raksasa Keck dan Gemini.
Bintang serupa Matahari yang dimaksud di atas adalah BD +20 307. Bintang yang berada di gugusan Aries ini sedikit lebih padat dan besar dibanding Matahari.
Piringan debu yang mengelilinginya sesungguhnya telah diketahui sejak para astronom mendeteksi adanya perpanjangan radiasi infra merah saat menelitinya menggunakan Infrared Astronomical Satellite tahun 1983.
Piringan debu hangat di sekitar bintang ini diyakini berasal dari tabrakan yang belum lama terjadi antara objek-objek berbatu. Jarak tabrakan dengan bintang diduga hampir sama dengan jarak antara Bumi dengan Matahari.
“Jumlah debu hangat di dekat BD+20 307 ini sangat besar sehingga kami tidak heran bila ini merupakan akibat tabrakan hebat antara objek-objek sebesar planet,” kata Benjamin Zuckerman, profesor fisika dan astronomi di University of California at Los Angeles (UCLA), AS.
Karena bintang itu diperkirakan berumur sekitar 300 juta tahun, maka planet-planet besar yang berada di sekitarnya pastilah planet yang baru terbentuk. Namun seperti Jupiter dalam tata surya kita, planet-planet tersebut pastilah mempengaruhi susunan objek-objek angkasa yang merupakan sisa pembentukan sistem di sana.
Melihat sifat-sifat debunya, tim peneliti memperkirakan tabrakan yang terjadi berlangsung tidak lebih dari 1.000 tahun lalu. Bila tabrakan sudah berlangsung lebih lama, maka partikel debu halus yang berukuran sebesar asap rokok itu pastilah sudah tersedot ke bintang di pusatnya.
“Yang menakjubkan adalah bahwa debu yang mengelilingi bintang ini jumlahnya sekitar satu juta kali lebih banyak daripada debu di sekitar Matahari kita,” ujar anggota tim peneliti dari UCLA, Eric Becklin.
Observasi di atas mendukung gagasan adanya tabrakan juga yang terjadi di tata surya kita saat pembentukan 4,5 milyar tahun lalu. Ini juga mengindikasikan bahwa objek seperti planet-planet berbatu (rocky planet) dan bulan-bulan di tata surya kita mungkin terdapat juga di bintang lain.