justrhe[dot]blogsome[dot]com

May26, 2006

andai aku jadi milyuner

beberapa hari yang lalu, pada suatu malam di mobil jemputan pulang. di kijang coklat itu ada aku, aan, dan seorang driver: pak ojos (aku tidak tahu dari mana nama itu berasal, yang aku tahu nama aslinya rusman). entah dari mana awalnya, dua pria itu membicarakan tentang PSK, WTS, pelacur, pecun, perek, ciblek atau apalah sebutannya. yang pasti, persepsi kita satu: wanita yang menjajakan tubuhnya untuk ditukar sejumlah uang.

entah kenapa pula, aku jadi merasa ingin tahu lebih tentang makhluk yang bergender sama dengan aku itu.

“emang, biasanya mereka tarifnya berapa sih?”, tanyaku.
“ya, kalo yang mahal ada yang bisa sejuta. itu yang di rumah2 germo. tapi kalo yang di jalanan paling 100 sampe 200 rebu”, jawab pak ojos.
” kalo beruntung 50 rebu juga dapet”, tambah aan.
aku kaget
“50 ribu?!?!?!?”
“yaaa, tarifnya sih emang 50 rebu. tapi dia bisa aja minta hotel yang mahal”, jawab pak ojos.
“tapi kan tetep aja dia dapetnya 50 rebu. ga peduli di hotel bintang 5 atau yang berbintang banyak. beratap langit maksudnya”, sanggahku.
“50 rebu itu kalo semaleman udah ga nemu pelanggan, ren. udah mentok dia”,aan nimbrung. “pokoknya yang di jalanan gitu paling mahal 300 rebu deh. kalo bencong 5 rebu juga dapet”
“hahahaha. kamu cocoknya sama bencong aja kali, an”, kataku.

sebenarnya masih banyak pertanyaanku mengenai perempuan-perempuan ini. tapi keburu aku harus turun. sudah sampe.

sepanjang jalan di gang ke kost, aku berpikir-pikir. lima puluh ribu. Rp. 50.000,00. perempuan ini rela menyerahkan dirinya pada pria yang dia kenal 5 menit yang lalu untuk 50 ribu?
aku tak habis pikir. kenapa mereka mau melakukan itu? bukankah biaya perawatan mereka bisa lebih mahal. mereka harus cantik. dan itu butuh biaya. contohnya, untuk wajah yang sejengkal itu. berapa harga lipstik? dan yang pasti mereka ga punya cuma 1. karena harus sesuaikan dengan baju dll. sedangkan, setiap harinya, berapa kali mereka oles tuh lipstik? sekali oles berapa kali bolak-balik di bibir atas dan bawah? belom lagi untuk warna-warni di mata, bedak, blush on. yang aku tahu harga tetek bengek itu ga murah. baju? ngrawat kulit tubuh?
kalau dikalkulasi, apa itu sebanding dengan hasil yang dia dapat? resiko terjaring polisi, bertemu pria psiko, tertular HIV, kehilangan harga diri, dosa. apa itu sebanding?

wahai temanku perempuan yang kurang beruntung, mungkin kalian terpaksa melakukan ini semua, atau terjebak atas kebohongan manusia biadab dengan janji manisnya. tidakkah kalian berpikir, uang yang kalian dapatkan, kalian gunakan untuk menghidupi keluarga, ayah ibu yang sudah tua, adik yang membutuhkan biaya sekolah, atau mungkin untuk memperjuangkan kehidupan yang layak seorang anak yang ga tau bapaknya dimana. apa kalian tidak berpikir sesuatu yang dihasilkan dari yang tidak baik bisa menghasilkan sesuatu yang tidak baik pula, walaupun tujuannya baik.

aku jadi berpikir, seandainya Allah memberiku kesempatan untuk jadi milyuner, setelah keinginanku untuk ke Baitullah, keliling Eropa, membangun rumah idaman (detail rumah idaman akan diposting lain waktu), bikin toko buku impian (yang ini juga), seudah terpenuhi semua, aku akan membangun sebuah yayasan untuk perempuan-perempuan ini. lupakan dulu anak jalanan yang dulu sempat sangat menarik perhatianku; kupikir mereka lebih beruntung dari pada perempuan-perempuan ini. aku ingin memberi mereka ketrampilan, membebaskan mereka dari dunia malamnya, dari rumah-rumah germo yang mengurung mereka, dari mami-mami dan tante-tante yang sok baik tapi hanya memanfaatkan tubuh mereka untuk kepentingan pribadi mereka.

karena itu, wahai perempuan-perempuan tersayang, doakan aku agar bisa jadi milyuner (gubrak!!)

reny yang lagi sok care dengan lingkungannya. sok tau lagi.

ps. thx buat civicu untuk if i were you-nya. juga semangat untuk keep blogging yang membuatku ge er. oia, aan sudah punya. cegek aku xixixixixi…

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2006/05/26/andai-aku-jadi-milyuner/trackback/

  1. bisa tidak kita kenalan dulu? No. 0815530685

    Comment by Zen Fai L:ung — June8, 2008 @ 8:12 am

  2. Salut deh.. perhatian jg sm skitar, tp cita2 yg luhur unt buat yayasan, tp keliling eropa itu ga penting amat klo mang pingin yayasan

    Comment by EL.. — August9, 2008 @ 10:32 pm

  3. @ EL: peduli sekitar bukan berarti harus mengabaikan diri sendiri dong. milyuner ini, masa pingin keliling eropa aja ga keturutan tar dikira pelit ;)

    Comment by justrhe — August9, 2008 @ 11:14 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>