happy for azzuri
untuk azzuri
berlin bersaksi…
ketika angin dihembus ke dalam lubang peluit
bola kecil di dalamnya menabrak dindingnya, terlempar ke semua arah
suara itu berhasil menarik perhatian seluruh dunia untuk memicingkan mata ke arahnya
suara itu bagaikan genderang pertanda dimulainya perang
berlin bersaksi…
saat biruku menghempas terhempas dan dihempas ke hijaumu
ketika tulang beradu tulang
aku ke kanan
mereka ke kiri
aku berlari
mereka menjegal
mereka mengumpan
aku menghadang
berlin bersaksi…
90 menit tak pernah cukup
lelahku menjadi
penatku meraja
bahkan 120 menit pun belum tuntas
hasratku tak menyusut seinchipun
berlin bersaksi…
berawal dari pirlo
berakhir pada grosso
saat terakhir kalinya bulatan itu melesat cepat menuju kotak persegi panjang ukuran jumbo
aku tahu ini penuntasan
berlin bersaksi…
ketika akhirnya dunia menoreh lagi namaku
untuk yang keempat kalinya
aku pulang dengan buah tangan untuk sanak keluargaku yang menungguku di rumah
berlin tak dapat bersaksi…
jauh melintas ribuan mil
melewati pulau dan lautan
di mana detak jantung seseorang memompa lebih cepat dari biasanya
membuncah hingga menyakiti lambung
berlin tak dapat bersaksi…
pekikan di subuh hari itu
adalah pekik karena alasan yang sama
preeettt!!! opo toh ren?
sebelumnya nggak pernah nyangka bakal sampe sejauh ini. tak pernah terpikir selintaspun italy bakal juara. a bukcket of thanks to pirlo, cannavaro, and of course buffon.
indahnya ketika cannavaro mengangkat piala itu… camoranesi yang potong rambut di tempat… lippi ditunggu yah model rambut barunya… grosso melepas celananya memperlihatkan kolornya (awas APP!!)… totti cantik pake kerudung bendera…
mungkin harus berterima kasih juga untuk trezeguet untuk tendangan pinaltinya yang “nyantol” tiang gawang. lucky buffon. yaahh… mungkin jalannya memang begitu ehehehe…
sangat menyayangkan zidane yang harus mengakhiri karirnya dengan tragis karena kebodohannya. apa yang telah dikatakan materazzi? mungkin materazzi mengejeknya. aku sedang membuat skenario nih…
zidane: apa lu pegang2in gue? suka ya? lu gay?
materazzi: jaka sembung mandi di ember. ge er.
zidane: makanya jangan pegang2in gue lagi. dasar homo!!
materazzi: enak aja bilang gue homo. gue masih normal tau. kalopun gue homo, gue ga bakal doyan sama elu. dasar botak!!
zidane: apa lu bilang barusan?!?!?!
materazzi: botak. lu nggak nyadara apa kalo lu botak? ngaca dong?
materazzi: botak… botaaakk… botak… botaaaakkk… nyeenye… nyenyee…nyeee…
zidane: lu ngatain gue botak? lu pengen ngrasain botak gue? nih…!!!
akhirnya diseruduklah itu dada materazzi…



Selamat ya Italia-nya menang… he he he. Kapok buat Prancis. Kualat gara-gara ngalahin Brazil…. Btw kayaknya sih dialognya Materazzi sama Zidane memang gitu kok Ren….
Comment by Awan Ganteng — July11, 2006 @ 7:02 am
Akhirnya Italia kesayanganmu menang.. but nih kalo Materazzi say something ‘rasis’, wah Italia is not fair kalo gitu! Zidane juga manusia lho dan words itu lebih nyakitinnn… biarlah Italia tetep menang kan hehehe
Comment by gilang — July12, 2006 @ 3:00 am
mmmm…maksudnya apa sich? =P
Comment by bondy — November22, 2007 @ 12:00 pm