saya tidak membenci anda, saya tidak menyukai anda
bapak yang terhormat,
pagi ini saya bangun agak kesiangan. seperti biasa.
merawat kura-kura sayangku sebelum merawat diri
senang sekali mengetahui nafsu makannya bertambah
biar cepat besar
bapak yang terhormat,
pagi ini cerah. sabtu pagi yang cerah
amat cerah untuk berjalan-jalan
tapi, saya rela menjalankan tugas seperti yang bapak titahkan
senangnya, saya tidak ketinggalan mobil jemputan seperti minggu lalu, walaupun saya datang 5 menit sebelum jadwal berangkat biasanya
pagi yang cerah, hati saya pun cerah
bapak yang terhormat,
saya berterima kasih untuk kesempatan yang bapak berikan pada saya
pagi ini saya menjalankan tugas dengan hati yang ikhlas
masalah? ah, bukankah karena hal tersebut saya ditugaskan?
bapak yang terhormat,
bapak berhak untuk mengeluh dan marah karena ketidaknyamanan pagi ini
itu hak bapak
dan itu salah kami
bapak yang terhormat,
jika saya boleh menyarankan
jika bapak berbicara mengatasnamakan pihak lain
hendaknya bapak juga menempatkan diri sebagai pihak lain tersebut
jangan berprofesi ganda
bapak bukan orang yang menderita kepribadian ganda, bukan?
karena, lawan bicara bapak juga akan sulit menempatkan diri
tetapi, saya masih bisa menerima semua itu
bapak yang terhormat,
bapak pernah membaca Kite Runner?
ah, saya yakin anda tidak suka buku-buku seperti itu
hanya, di situ disebutkan bahwa dosa terbesar adalah mencuri
dan, bapak telah mencuri pagi yang cerah saya hari ini
bapak yang terhormat,
bapak bisa marah, saya juga bisa marah
kita sama-sama manusia, bukan?
tahukan bapak?
bahwa pada saat bapak membicarakan saya, saya ikut mendengarkan?
ah, bapak tidak menyebut nama saya memang
karena memang tidak pernah
sepertinya nama orang tidak penting bagi bapak
bapak yang terhormat,
jika bapak mengutip pembicaraan seseorang
hendaknya bapak mengulangnya dengan tepat dan benar
kata per kata, termasuk intonasi
yah, suara memang tidak bisa sama
toh, ku wanita dan engkau lelaki
pita suara kita beda
bapak yang terhormat,
saya masih bisa mengingat apa yang saya ucapkan kurang dari 10 menit yang lalu
tapi, saya tidak bisa mengingat pernah mengucapkan hal seperti yang bapak katakan
sekali lagi, bapak yang terhormat
jika bapak mengutip pembicaraan seseorang,
ulangilah apa yang dia bicarakan dengan benar
bapak yang terhormat,
bapak beruntung karena bapak lebih tua
yang harus saya hormati
sebagaimana seharusnya bapak menyayangi saya yang lebih muda
ah, tidak apa-apa
saya tidak butuh itu
bapak yang terhormat,
maafkan saya jika begitu marah
maafkan jika pagi ini saya lebih membenci bapak
ah, mungkin kata benci tidak pantas
saya juga tidak akan mengatakan bahwa bapak telah membuat saya sakit hati
toh siapa saya dan siapa bapak
saya lebih memilih kata-kata tersebut untuk seseorang yang lebih berarti di kehidupan saya
dan bapak tidak memenuhi kriteria tersebut
bapak yang terhormat,
maafkan saya jika pagi ini saya lebih tidak menyukai bapak



ren kmu lg kenapa sih? diomelin yah.. sabar yah.. maaf klo salah hehe..
Comment by ice tea — August22, 2006 @ 7:02 am
Hajar saja si botak bodoh itu Mbak….Aq juga ingin sekali menonjoknya. Tapi nanti kalo aq sudah resign dari kantor bangsat ini. Akan kutonjok sekuat tenaga. Biar dia tahu bagaimana rasanya sakit yang sebenarnya….
Memang Madura di mana-mana bikin rese’….
Comment by Awan — September9, 2006 @ 10:15 am