aku vs reny
AKU: hei, kamu kenapa?
RENY: kesepian
AKU: kasian. kenapa nggak cari teman?
RENY: aku masih takut
AKU: takut kenapa?
RENY: takut sakit seperti dulu
AKU: kamu nggak boleh pukul rata semua orang
RENY: aku tahu. aku masih butuh waktu
AKU: tapi kamu kesepian
RENY: iya. tapi aku belum bertemu seseorang yang mungkin bisa dijadikan teman. aku belum bisa jatuh cinta lagi
AKU: oya?
RENY: ya
AKU: yakin?
RENY: yakin
AKU: kamu bohong padaku
RENY: aku selalu jujur padamu
AKU: bagaimana dengandia?
RENY: dia?
AKU: iya.dia. bukannya kamu suka deg-degan kalau ada yang menyebut namanya? bukannya hatimu berlonjak2 jika ada dia? bukannya kamu kadang bertindak konyol untuk menarik perhatian dia?
RENY: o, dia. itu hanya rasa suka. terpesona sesaat biasa
AKU: oya? kamu menuliskan nama dia di buku Tweetymu, kamu tanpa sengaja menulis nama dia dengan lengkap di kertas coretanmu, kamu mencari tahu segala sesuatu tentang dia, kamu menyimpan sms2 nggak penting dari dia, membaca berulang2 sampai hapal isinya, cara dia menyingkat kata, kamu sering menatap berlama-lama nama dan nomor +62815xxxxx punya dia di phonebookmu.
RENY: aku sudah menghapus sms darinya, ketika tahu bahwa dia tidak jomblo
AKU: ya. aku tahu kamu menghapusnya. dulu. tapi sekarang? masih banyak sms nggak penting dari dia di hapemu, bukan? kamu mengharapkan dia, bukan? kamu menginginkan dia, kamu memimpikan dia. masih berani bilang belum bisa jatuh cinta lagi? bahkan sisi jahatmu menginginkan dia putus dengan pacarnya. iya, kan? kenapa sih kamu tidak pernah mengakui kalau seseorang itu spesial? dulu kamu mengingkari perasaanmu ke dia karena sesuatu yang tidak aku mengerti sampai sekarang. mungkin karena kesombongan dan ketakutanmu. ya, akhirnya kamu mengakuinya, tapi terlambat. sekarang, kamu menutupinya dengan dalih trauma atas masa lalumu
RENY: tapi itu benar. aku takut mengharapkan sesuatu yang tidak pasti
AKU: ya sudah, kalau begitu kenapa kamu nggak bermain aman? lagipula, bukankah kamu sudah pernah kecewa karena dia?
reny: entahlah, aku lebih suka membiarkan diriku jatuh bangun karena cowok model CCB (cuek cuek bangsat) macam dia dari pada cowok yang tidak pernah absen menampilkan namanya di ponselku
AKU: itulah. hatimu itu memang bandel. rela disakiti, tersakiti, dan mungkin tanpa sengaja menyakiti. sampai jadi pesakitan. huh, maaf, pilihan kata yang buruk. yah, aku tahu. kamu masih rela bersakit-sakit, karena dia pernah merasakan nikmat juga. nikmat jatuh cinta. seperti diterbangkan sampai melihat awan di bawah kita kemudian dijatuhkan dengan cepat hingga berdebam ke bumi. yayayaya, sakit. tapi paling enggak sudah melihat indahnya awan dari atasnya. hati yang bandel, tapi mungkin sepadan
RENY: ya. mungkin sama bandelnya dengan aku yang tetap mengasupi diriku dengan kopi walaupun tahu bahwa akan merasakan perut melilit bahkan meskipun masih ada setengah cangkir tersisa. tapi lidahku merasakan nikmatnya benda adiksi ini
AKU: adiksi. mungkin pilihan kata yang tepat. kita samakan saja cinta dan kopi ini sebagai benda adiksi
RENY: yayaya. lalu, siapa yang bisa kita salahkan? benda adiksi ini ataukan korban yang merelakan dirinya dikorbankan?
AKU: yang salah? kamu yang salah
RENY: aku?
AKU: ya. kamu. kamu bullshit!!!
RENY: hey, bukannya kamu adalah aku juga?
AKU: o, iya ya. berarti kita bullshit. hahahaha…
RENY: hahahaha….
AKU: jadi?
RENY: apa?
AKU: jadi… yang mana?
RENY: hmmm… kubiarkan CCB menjajahku. nanti kalau aku nangis peluk aku yah…
AKU: hahahahahaha….



Woi..tangi…tangi… gak mbudal ng kantor tah ???
Comment by disguise — September11, 2006 @ 8:57 am
ooo dany iku CCB tah?? cowok-cowok Batian :p
Comment by iwan — September15, 2006 @ 8:50 pm
ren tek kei link2 senenagnmu ki. http://www.bukune.com/, http://www.mediakita.com/, http://www.kutukutubuku.com/ (sing iki ketoke wes duwe yo)
Comment by hafidz — September16, 2006 @ 9:16 am