justrhe[dot]blogsome[dot]com

November18, 2006

jatuh cinta padamu, Denias

Filed under: me myself & I
Denias, jika kau berjuang untuk bisa sekolah, maka aku berjuang untuk bisa menontonmu. dan akhirnya pejuangan kita membuahkan hasil, kawan. setelah menghadapi beberapa penolakan, penundaan dengan alasan ina inu nggak jelas, dan 2 kali kegagalan, akhirnya saya bisa nonton pada usaha yang ketiga. detilnya tidak akan saya ceritakan di sini. biarlah kisah ini hanya untuk saya seorang ;)

dan, apa yang saya perjuangkan memang layak diperjuangkan. Denias, film hebat yang diambil dari kisah nyata. beda dengan film-film Indonesia yang sedang marak dengan tema horor nggak jelasnya. hanya ingin mereview sedikit mengenai film ini, berkisah tentang perjuangan seorang bocah papua untuk bisa bersekolah. banyak adegan yang membuat saya membek-membek sampai akhirnya mewek-mewek mwk. untung gelap, jadi ngga malu :D . dimulai ketika Denias kehilangan Ibunya yang meninggal, ditinggal guru satu-satunya yang harus pulang ke Jawa karena sang istri sakit parah, dan dia harus kehilangan sahabat TNInya yang menjadi sosok pengganti pak guru yang pergi, dengan alasan pindah tugas. akhirnya Denias pergi ke kota, perjalanan 4 hari dari rumahnya, berbekal peta *Endonesa* dari potongan kardus berbentuk 5 pulau Endonesa yang disusun dalam sobekan karung.
sudah ah, review saya payah. lagi pula lebih seru kalau nonton sendiri, bukan?
oh iya, terlihat sekali bahwa film ini juga *mempromosikan* alam papua berikut adat istiadatnya pada pemirsa.

saya jadi ingat masa sekolah saya dulu, perjuangan saya, maksud saya, perjuangan orang tua saya untuk menyekolahkan saya, lebih tepatnya, membuat saya mau sekolah. iya, saya dulu memang sedikit bandel malas sekolah. sebenarnya, bukan malas, sih, saya itu dari dulu memang pemalu [halah]. iya, malu jika bertemu dengan orang-orang baru dan suasana baru.
orang tua saya pernah memasukkan saya ke sekolah TK, tapi saya selalu minta ikut pulang ketika yang mengantar saya pulang, dan saya tidak mau masuk kelas [payah]. akhirnya, mungkin karena jengkel, saya sering diajak ikut Ibu saya yang kebetulan guru di sebuah Sekolah Dasar mengajar. dari situlah, saya mulai ikut duduk di bangku SD, dengan buku di depan saya, walaupun lebih banyak saya gunakan untuk menggambar atau corat-coret nggak jelas dan usreg sendiri sementara murid yang lain pusing mengerjakan tugas [hiperbola ding, kayaknya ga sampe pusing deh. masih SD ini :D ]. akhirnya saya masuk juga di sekolah itu, langsung SD, tidak merasakan indahnya masa TK. menyedihkan :(

ada satu adegan yang membuat saya cukup terharu, ketika Denias dan teman-temannya pertama kali mendapatkan seragam sekolah. wah, betapa terlihat mereka sangat bahagia, sampai-sampai dipakai tidur berikut dasi dan topinya. iya, HANYA KARENA MENDAPAT SERAGAM SEKOLAH.
saya jadi berpikir, apa sih perjuangan saya dulu. mungkin hanya sebatas belajar mati-matian agar bisa diterima di sekolah yang notabene *keren* atau untuk mendapat peringkat paling atas di kelas agar terkenal. bukan UNTUK BISA SEKOLAH.

oh iya, dulu saya pernah mogok masuk sekolah karena pengen nonton Casper di tv. ingat kan dulu serial Casper di TPI pagi jam 7.30 (atau jam 8 yah?) setiap hari Rabu [hihihi… Rabu. Rabu Kelabu Team, I miss You, gals ;) )? hei, bukan sepenuhnya salah saya, dong. itu stasiun tv udah tau jam segitu waktunya anak sekolah masih juga menyiarkan film anak-anak. dan saya rasa, saya bukan satu-satunya anak yang berbuat demikian. akibatnya, saya mendapat hukuman dari Ibu saya *hiks…

biarkan untuk sesaat saya berbicara layaknya kritikus film ;)
secara keseluruhan, flm ini patut diacungi jempol. dengan pengambilan gambar yang bagus mampu mengekspos alam papua yang menjadi setting film ini. sangat inspiratif dan mampu menumbuhkan semangat pemirsanya untuk berjuang mencapai apa yang dicita-citakan.
tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan film ini. ada beberapa adegan yang *ganjil*, seperti adegan ketika Denias menangisi jasad Ibunya yang meninggal karena terbakar, muka dan tangannya hangus terbakar tapi kakinya masih bersih tanpa ada kesan luka bakar sedikitpun, gerak-gerak lagi hehehe… kemudian, adegan saat Noel dan Denias bertengkar di ruang makan, perhatikan deh, ada bayangan cewek di pintu masuk sebelah kiri, kukira itu Marcella Zalianty yang siap-siap mau keluar ;)
*okey… okey… saya kabur sekarang sebelum ditimpukin kbr

untuk teman Papua saya, Melky Kuri Wosiri, kabar kau sekarang bagaimanakah? baik-baik saja toh? saya jadi ingin mendengar kisah kau sampai bisa terbang ke pulau Jawa. bolehkah? happy

itu sudah…. ;)

oh iya, saya sedang menunggu film ini

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2006/11/18/jatuh-cinta-padamu-denias/trackback/

  1. Nice Artikel, tukeran link ya..keep in touch

    Comment by FIFers — March23, 2008 @ 9:12 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>