witing trisna jalaran saka kulina
yen wong lanang lan wong wadon wis kenal suwe lan kulino bareng, ora mustahil yen salah sijine utowo loro karo muncul roso sing luwih tekan konco. perkoncoan sing murni bocah lanang lan bocah wadon kuwi ora ono. yen ora dadian yo mesti salah sijine patah hati
sudah sudah hentikan! kecakapan berbahasa saya memang sedikit payah. saya ini wong jowo yang nggak jowo. tapi saya sangat mengagumi wong jowo yang menciptakan deretan kata di atas. dan saya dengan mengkonvensionalkan diri saya, menganut dan menjunjung tinggi *ideologi cinta jawa* tersebut.
walaupun begitu, ideologi yang saya junjung itu ternyata belum sepenuhnya mampu menyelesaikan perkara saya dengan Trisno, tetangga saya (maaf, saya cuma bercanda. piss ya, Pak Tris). Maksud saya, permasalahan cinta saya (ciyeeaaah… suit… swiwiid… prikitiw). lah iya, wong saya masih bingung. apakah saya harus mengkulinani-nya sampai trisno menjalar padanya? ataukah saya harus mengkulinankan diri saya pada-nya-yang-lain agar saya bisa trisno marang deweke?
sudahlah, pusing saya dengan kulina-mengkulinani ini.
Obat patah hati adalah jatuh cinta lagi. begitu kata teman saya. saya pernah jatuh cinta. saya patah hati. kemudian saya jatuh cinta lagi. ternyata itu tidak menyembuhkan patah hati saya. kenapa? karena saya jatuh cinta lagi pada pria berpacar. yah, metode pengobatan yang benar dengan pilihan obat yang salah 
kenapa saya tiba-tiba berbicara tentang cinta? karena kemarin malam saya bermimpi Pak Trisno memberi saya juwet sekeranjang 
ps. juwet: buah bulat lonjong sebesar anggur yang kulitnya berwarna hitam. rasanya asem sepat manis. banyak yang beranggapan pohon juwet banyak genderuwonya 


