justrhe[dot]blogsome[dot]com

January28, 2007

jenuh

Filed under: me myself & I

dedicated to…
you


January16, 2007

betapa Dan Brown mempengaruhi kehidupan saya

Filed under: me myself & I
dari pada saya melakukan tindak kriminal nggak jelas karena sesuatu yang nggak jelas akibat ke-nggak jelas-an berdalih *untungnya cuma kita* jadi sebaiknya saya ngaco di sini

betapa si ganteng nan pinter ini begitu mempesona saya…

setelah membaca The Da Vinci Code, saya jadi terobsesi membuat anagram. saya mulai menulis di diary saya menggunakan deretan anagram. tanpa mempertimbangkan resiko bahwa mungkin 1 tahun lagi saya lupa apa yang sebenarnya saya ungkapkan di situ.
jadi mungkin nanti ada seseorang yang terinspirasi untuk membuat kisah tentang gadis amnesia, berbekal diary miliknya, dia harus berjuang memecahkan anagram yang dibuatnya sendiri 2 tahun yang lalu untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya.

Angels & Demons, sayangnya, saya sudah menyerah dulu sebelum mencoba membuat ambigram

Digital Fortress membuat saya dengan bodohnya mengamati angka-angka di bawah kemasan kotak Ultra Milk dan berharap ada misteri di balik sususan angka-angka tersebut yang dapat saya pecahkan.

yang paling seru… Deception Point. saya menyelesaikan membacanya berdekatan dengan musibah Adam Air. awalnya sih tidak ada pikiran negatif yang muncul, hanya menyayangkan keputusan memakai tenaga cenayang yang diharapkan mampu mengalahkan teknologi. piss…
sampai, diberitakan bahwa ditemukan serpihan pesawat Adam Air dan jenazah yang ditengarai merupakan penumpang pesawat naas tersebut oleh seorang nelayan (detik.com banget ngga sih bahasanya?). tiba-tiba saya mencibir. tiba-tiba muncul suatu pemikiran negatif yang saya sebut skenario gila Adam Air akibat wabah Dan Brown
jadi begini… itu pesawat sebenarnya bukan kecelakaan, tetapi dibajak dan dibawa ke suatu tempat entah di mana. dengan alat tententu pelaku mengacaukan radar di bandara sehingga keberadaan pesawat tidak dapat dipantau. setelah beberapa hari membuat pemerintah blingsatan mencari keberadaan pesawat tersebut, pelaku membuat serpihan pesawat yang ditempatkan di tempat yang berharap ada orang menemukannya (kalau NRO bisa membuat meteorit berisi fosil makhluk hidup, apa susahnya dengan serpihan pesawat?), sehingga pencarian dialihkan sepenuhnya ke tempat tersebut dan sekitarnya. sementara jenazah tadi, belum tentu beliau adalah penumpang Adam Air.
mengenai motif pelaku, agar tidak menimbulkan kontroversi dan saya dicap sebagai orang yang tidak punya hati, sebaiknya tidak saya ungkapkan di sini :D
harap diketahui, pemikiran ini tiba-tiba muncul di kepala saya, tanpa bermaksud memicu apapun. salahkan Dan Brown yang mampu menanamkan dan menumbuhkan skenario tersebut di kepala saya. piss…

*untungnya cuma kita*

January7, 2007

23 tahun di tahun 2007

Filed under: me myself & I
thbr
hehehehe sudah telat yah? gapapa lah, better late than never (alasan klasik untuk ngeles dari penyimpangan disiplin waktu). yah, berhubung ini posting pertama saya di tahun 2007 sekaligus posting pertama di usia 23 tahun.

bagaimana rasanya meninggalkan 2006 dan menuju 2007? jawabku: biasa aja tu. apa resolusi di tahun 2007? jawabku: resolusi? resoles kali. malam tahun baru kemana? jawabku: penting yah?
entah kenapa dari dulu saya punya pandangan berbeda tentang pergantian tahun. buat saya itu hanya angka, jika sebelumnya selama setahun kita menuliskan angka yang sama di dua atau empat digit terakhir pada saat menulis tanggal, maka sekarang angka tersebut tambah satu nominal. kebanyakan orang yang saya kenal menganggap pergantian tahun harus ada satu ritual khusus tiap tahunnya. ada yang merayakan dengan membuat acara yang lain dari biasanya, ada yang berdoa menjelang pukul 00:00, de es te de es te.

sementara saya, malam tahun baru kemaren, ketika sebagian besar warga jakarta keluar rumah hingga membuat jalanan sumpek, berkeliling sambil meniup teropet dan berpesta kembang api, serentak meneriakkan 5…4…3 beberapa detik menjelang 00:00, saya justru sedang nguplek di depan komputer (lupa apa yang kerjakan waktu itu), dan baru menyadari bahwa tahun sudah berganti 30 menit kemudian. eh, udah 2007 ya?

tetapi, saya setuju jika target pencapaian hidup disegmentasi dari dimensi waktu, salah satunya dengan tahun ini. dan itulah yang saya lakukan. sedihnya, banyak proyek mimpi yang terbengkalai dan akhirnya tidak tuntas di tahun 2006. ada sih beberapa proyek kecil yang akhirnya terselesaikan juga walaupun tidak sukses 100% karena keterbatasan infrastruktur (halah).

tahun 2007 ini, saya sudah mempunyai beberapa mimpi yang ditargetkan untuk dicapai. jika sebelumnya target pencapaian saya ada sesuatu yang sifatnya prestasi (paling tidak PRESTASI menurut opini subyektif saya, karena saya yakin tiap orang mempunyai opini yang berbeda mengnai prestasi ini. misalnya: saya menganggap keberhasilan saya menaklukkan gunung arjuna setinggi 3339 m beberapa tahun silam merupakan prestasi bagi saya yang mungkin menurut orang lain itu sudah merupakan hal yang biasa), maka di tahun 2007 ini target pencapaian saya lebih bersifat kebendaan, materi atau hal-hal lain yang sifatnya memaksa angka di tabungan saya berkurang. dan, tetap melanjutkan mimpi 2006 yang belum terwujud, paling tidak sudah saya selesaikan lah. satu lagi, tentu saja, yang satu itu ;) . berjuang di tahun 2007!

betewe, di awal 2007 ini, penyakit *merah-isasi* saya kambuh lagi.

jika ingin kembali ke masa lalu, usia berapa yang kau pilih? pernah nggak ada yang bertanya seperti itu pada kalian? kok saya belum pernah ditanya begitu ya? jika saya diberi kesempatan menghadapi pertanyaan semacam tadi, jawaban saya: usia 19 tahun.
iya, banyak macam-macam perasaan terjadi di tahun itu. merasakan jatuh cinta dan bahagianya karena dengan ge er nya berpikir *I thought we could be* tapi kemudian secara tiba-tiba merasakan patah hati yang benar-benar patah karena apa yang ada dalam hati dan pikiran saya ternyata salah. cumlaude pertama, di usia 19 tahun itu saya mengalami fase laris manis (baca: banyak yang naksir hihihihi), kemudian merasakan sensasi sentakan karena terkejut ketika seseorang tiba-tiba melamar saya (eh, kalo nggak salah itu saya masih 18 tahun ya?). hohoho… menjelang kepala dua yang seperti nano-nano. rame rasanya!

… namaku si Ratu Oke
umurku 22…

saya ingat lagu itu nge-trend ketika saya masih SD. tapi saya lupa siapa penyanyinya. hei, jaman SD dulu selain lagu anak-anak macam semut, mbok jamu sampai lumba-lumba, saya juga meminati lagu-lagu dewasa (termasuk dangdut haha). paling engga jaman saya SD dulu masih banyak lagu-lagu yang normal dinyanyikan oleh anak-anak usia sekolah dasar. tidak seperti sekarang, balita yang baru bisa ngomong nyanyinya naluri lelaki.

oke, balik lagi ke lagu tadi, itu cerita tentang seorang cewek berusia 22 tahun yang diberi anugerah (bisa juga cobaan sih) berupa fisik yang sempurna, muali dari wajah, rambut dll yang kesemuanya dapat menghasilkan uang. sebenarnya bukan kesempurnaan fisik ini yang membuat saya mengomentari lagu ini waktu itu. 22 tahun? tua banget yah? masih jauh tuh menuju ke situ. itu pemikiran seorang gadis berusia sekitar 8 tahun. dan sekarang, gadis berusia 8 tahun itu baru saja memasuki usianya yang ke 23, dan pemikirannya berubah menjadi… hoooh saya sudah tua. ketika kuliah dulu, waktu itu usia saya sekitar 18 tahun. saya melihat senior saya, cewek, yang begitu anggun, *wanita* (istilah kami menyebut cewek yang feminin), tenang. kemudian saya melihat pada diri sendiri, berbeda jauh, centil, pecicilan, dan pencilakan. saat itulah saya merasakan ketakutan menghadapi usia twenty something, entah kenapa. sekarang di awal 23 tahun saya, saya mulai menghitung mundur 7 tahun menuju usia kepala 3. dalam jeda tersebut, apa saja yang akan terjadi pada saya? pencapaian apa saja yang sudah saya raih? tapi yang pasti, setelah benar-benar memasuki usia kepala 2, saya tidak mau MERUBAH diri saya menjadi seperti senior saya tadi, hanya akan MEMPERBAIKI dan MENINGKATKAN.

kenapa tiba-tiba saya memusingkan usia? bukankah itu hanya sekedar angka? seperti halnya tahun. apakah ini gejala bahwa saya sedang mengalami quarter life crisis?