betapa Dan Brown mempengaruhi kehidupan saya
betapa si ganteng nan pinter ini begitu mempesona saya…
setelah membaca The Da Vinci Code, saya jadi terobsesi membuat anagram. saya mulai menulis di diary saya menggunakan deretan anagram. tanpa mempertimbangkan resiko bahwa mungkin 1 tahun lagi saya lupa apa yang sebenarnya saya ungkapkan di situ.
jadi mungkin nanti ada seseorang yang terinspirasi untuk membuat kisah tentang gadis amnesia, berbekal diary miliknya, dia harus berjuang memecahkan anagram yang dibuatnya sendiri 2 tahun yang lalu untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya.
Angels & Demons, sayangnya, saya sudah menyerah dulu sebelum mencoba membuat ambigram
Digital Fortress membuat saya dengan bodohnya mengamati angka-angka di bawah kemasan kotak Ultra Milk dan berharap ada misteri di balik sususan angka-angka tersebut yang dapat saya pecahkan.
yang paling seru… Deception Point. saya menyelesaikan membacanya berdekatan dengan musibah Adam Air. awalnya sih tidak ada pikiran negatif yang muncul, hanya menyayangkan keputusan memakai tenaga cenayang yang diharapkan mampu mengalahkan teknologi. piss…
sampai, diberitakan bahwa ditemukan serpihan pesawat Adam Air dan jenazah yang ditengarai merupakan penumpang pesawat naas tersebut oleh seorang nelayan (detik.com banget ngga sih bahasanya?). tiba-tiba saya mencibir. tiba-tiba muncul suatu pemikiran negatif yang saya sebut skenario gila Adam Air akibat wabah Dan Brown
jadi begini… itu pesawat sebenarnya bukan kecelakaan, tetapi dibajak dan dibawa ke suatu tempat entah di mana. dengan alat tententu pelaku mengacaukan radar di bandara sehingga keberadaan pesawat tidak dapat dipantau. setelah beberapa hari membuat pemerintah blingsatan mencari keberadaan pesawat tersebut, pelaku membuat serpihan pesawat yang ditempatkan di tempat yang berharap ada orang menemukannya (kalau NRO bisa membuat meteorit berisi fosil makhluk hidup, apa susahnya dengan serpihan pesawat?), sehingga pencarian dialihkan sepenuhnya ke tempat tersebut dan sekitarnya. sementara jenazah tadi, belum tentu beliau adalah penumpang Adam Air.
mengenai motif pelaku, agar tidak menimbulkan kontroversi dan saya dicap sebagai orang yang tidak punya hati, sebaiknya tidak saya ungkapkan di sini ![]()
harap diketahui, pemikiran ini tiba-tiba muncul di kepala saya, tanpa bermaksud memicu apapun. salahkan Dan Brown yang mampu menanamkan dan menumbuhkan skenario tersebut di kepala saya. piss…
*untungnya cuma kita*


