ada apa dengan pria setelah menikah?
Teman saya itu bercerita (ya maklum dia lebih dulu masuk ke tempat saya kerja ini, jadi dia yang lebih tau ini itu di dalamnya, tapi dia juga yang lebih dulu keluar hiks…) bahwa pria yang saya sebutkan di atas mengalami kecenderungan perubahan sosialisasi dengan lawan jenisnya sebelum dan setelah menikah. Iya, kata dia, pria-pria tadi, sebelum menikah, mereka kurang ada sosialisasi dengan wanita, bahkan bisa dibilang jaga jarak. Beda dengan sekarang, ketika mereka sudah menikah, bahkan ada juga yang sudah punya junior (anak-red), lebih mau bersosialisasi dengan wanita.
Haha!! Saya jadi ingat kejanggalan yang saya temui beberapa minggu terakhir. Mengenai seorang rekan kerja -sebut saja Iwan (bukan nama sebenarnya -red). Dia ini baru saja menjadi seorang suami. Dulunya, saya dan dia merasa berada di dunia yang berbeda. Tidak pernah ada cerita percakapan sekecap pun antara saya dan dia (bahasanya doooong…. kesannya… saya menghiperbola sepertinya). Tetapi setelah dia menikah, entahlah, dia bukan hanya memulai percakapan, bahkan ngeledek, ngecengin. Rese!! Dan perubahan itu saya rasa drastis sekali, terjadi pas setelah dia masuk kerja lagi setalah cuti menikah.
Setelah mendengar cerita dari teman saya tadi, saya jadi berpikir, ternyata bukan seorang saja.
Pertanyaan saya, kenapa? Ada apa dengan pria-pria ini?
Kenapa mereka justru memulai perluasan sosialisasi dengan lawan jenis setelah mereka terikat dengan seorang lawan jenis?
Hei, saya pernah membaca mengenai sebuah riset tentang beda antara pria dan wanita, salah satunya menyebutkan “pria tidak ingin wanita yang dinikahinya berubah setelah menikah tetapi nyatanya mereka berubah, sebaliknya wanita menginginkan ada perubahan pada pria yang menikahinya tapi mereka tidak pernah berubah”. Dalam kasus di atas, siapa dong yang berubah? oke2 mungkin beda konteksnya ya.
Tapi saya masih bertanya-tanya. Kenapa?
Apakah dulu mereka mengira bahwa wanita itu begitu menakutkan bagi mereka dan baru menyadari bahwa wanita itu amat sangat manis ketika mereka memilikinya?
Apakah mereka merasa terlalu tampan hingga ada ketakutan bahwa wanita yang bersosialisasi dengannya akan jatuh cinta padanya sementara mereka tidak bisa membalasnya? Hei, plis deh…
Memang tidak semua pria berperilaku seperti ini sih, tapi saya sudah menemui cukup banyak



aq belum nikah kok….aq siap bersosialisasi dgn cewek kapan sajah….:x
Comment by iwan — April5, 2007 @ 5:40 am
wan, aku sangat mengerti perasaanmu… sebagai manusia dengan nama pasaran… yang sabar ya… semangat!!
Comment by justrhe — April5, 2007 @ 9:32 am
wajar lho kui. emang ngunu. wes moco bukune rung?
Comment by wes balik semarang huuuu — April12, 2007 @ 11:50 am
ooo… dirimu perasaan ga gitu de. buku opo? sini2 nyilih aku
Comment by justrhe — April17, 2007 @ 9:10 am