ngayal
Aku baru saja menutup pintu setelah mengantarkan dia pergi sampai pagar ketika samar-samar kudengar suara motornya. Iya, motornya memang bukan jenis motor yang diproduksi satu-satunya di dunia ini, tapi aku hapal suaranya. Suer.
Aku keluar dan mendapatinya sudah berdiri di depan pagar.
Aku keluar dan mendapatinya sudah berdiri di depan pagar.
“Ada apa?” tanyaku setengah berteriak sambil berjalan mendekatinya.
“Ada yang ketinggalan.”
“Apa?”
“Hatiku…”
“….”
“Ya sudah, aku titipin ke kamu aja ya. Bye.”
AAAAAWWWHH!!!!!



Ah, hidup memang terlalu singkat untuk kamu lewatkan tanpa mencoba cintaku hehe…
Comment by jagoan — November3, 2007 @ 7:10 am
sedikit romantis… terkesan sangat dipaksakan… kurang menggigit, garamnya kurang terasa… malah terasa tawar.. istilah katanya kurang mak nyuss (Umar Kayam - MOMK, 1990)
Comment by itusudah — November7, 2007 @ 3:27 pm
@ jagoan: aaaawwwwhhhh!!!!
@ itusudah: sapa yang mau gigit? orang cuma mau nyolek, emang ga ada garamnya, kan saya bikin rasa manis, bagian tepi lidah anda lagi mati rasa kali makanya tawar.
hmmm… kalo begitu, tunjukkan pada saya pilihan kata beserta porsi garam yang bikin mak nyuss dan membuat saya pengen menggigit. ditunggu
Comment by justrhe — November7, 2007 @ 8:26 pm