Tentang si Master Mister Ahmad Dhani
Tergelitik gothic atas jeritan hati mbak Kirana Kuswardhani di sini,saya cuma pengen bilang, Mba, itu kan lagunya Dhani ehehehehe. So what kalo Dhani?
Coba buka-buka lagi deh folder Music lama di komputer atau laptop masing-masing, masih ingat lagu Sedang Ingin Bercinta? Saya rasa Makhluk Tuhan Paling Seksi adalah kelanjutan lagu tersebut, sebelumnya masih pengen doang, nah sekarang kesampean ahahahaha. Dhani oh Dhani…
Setiap ada kamu.. mengapa jantung ini
Berdetak lebih kencang..seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu..mengapa darah ini mengalir lebih cepat
Dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu..otak ku berpikir
Bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu… aku ingin…
Bo, itu kan lagu tentang orang pengen ML, tapi toh sampai sekarang baik-baik saja. Ga dicekal kayak Yang Kumau-nya Melly, atau cover Tempo beberapa saat yang lalu setelah wafatnya “Hokage Kedua”. Yah, oke itu masalah agama, memang ekstrim. Mari letakkan lagu ML ini ke masalah moral, tapi dia ga diserbu massa sampai merusak gedung sambil membakar majalah dengan Andara Early tersenyum di sampulnya. Trus kenapa?
Bisa jadi karena kepiawaian si Master Mister ini memilih kata sehingga lagu vulgar terimplisit menjadi sesuatu yang wajar di telinga semua kalangan, termasuk anak-anak. Mungkin juga karena nama besar si Mas (Master Mister Mastur Mistar gitu loh) jadinya sisi negatifnya tak tersentuh massa. “Apapun lagumu, pokoknya aku padamu”. Atau, apa karena badan sensor moral yang kurang peka? Oh iya saya lupa, kita cuma punya badan sensor film ya?
Btw, bukankah KPAI juga bisa cawe-cawe menyikapi masalah seperti ini? (hai Kak Seto)
Jadi, si Master Mister yang kelewat hebad atau badan sensor yang lewat aja?


