Rama dan Shinta
Oke, coba saya flashback lagi cerita Rama dan Shinta ini (CMIIW)
Pada jaman dahulu kala, ketika para pria menyanggul rambutnya dan memakai mahkota tetapi tidak memakai baju (kasarnya: telanjang dada), ada seorang raja yang sedang mencarikan calon suami untuk putrinya, Shinta. Shinta ini bukan bintang wanita biasa, bukan hanya lebih putih dari Shanti, tetapi dia adalah wanita tercantik di negeri itu, negeri kayangan. Maka, sang raja juga tidak mau putrinya mendapat pendamping yang estede. Jadilah, sang raja menggelar sebuah sayembara, barang siapa dapat merentangkan busur panah secara sempurna sebuah panah super yang disiapkan baginda raja, maka dialah yang berhak mempersunting sang putri, tak peduli tua atau muda, brewokan atau berkumis, kuku jari jempol atau kelingking yang dipanjangkan, penyanyi dangdut atau instruktur aerobik.
Berbondong-bondonglah warga kayangan menuju istana seperti rombongan demonstran kenaikan BBM menyerbu istana Merdeka. Satu persatu mereka mencoba merentangkan busur panah keramat itu. Sayangnya, tak ada yang cukup kuat untuk melakukannya, bahkan ada yang mengangkat panah pun tak mampu. Sampai, ada seorang pemuda tampan dan bertubuh layaknya model L-Men. Dengan percaya diri dia maju dan mengangkat panah tersebut, kemudian mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menarik tali busur panah. Wajah yang tampan itu perlahan berubah. Dahi mengkerut, alis menyatu, bibir mecucu bergetar, mirip orang ngeden. Dan, voila!! Dia berhasil merentangkan busur panah dengan sempurna. Dialah Rama. Singkat kata, Rama dan Shinta resmi menjadi suami istri.
-end of season #1-
Pada suatu hari, Rama dan Shinta pergi ke sebuah hutan, dengan ditemani adik Rama, Laksmana. Tiba-tiba, Shinta melihat ada seekor Kijang Emas berlari-lari kecil melintas di depan mereka. Shinta ingin memiliki Kijang Emas tersebut, maka dia meminta suaminya, Rama, untuk mengejar dan menangkap Kijang Emas tersebut. Demi rasa cinta pada sang istri, Rama pun menyanggupi keinginan Shinta dan bergegas pergi mengejar Kijang Emas. Namun sebelumnya, dia meminta Laksmana untuk menjaga Shinta selama Rama pergi. Laksmana pun menuruti permintaan kakaknya.
Beberapa lama setelah Rama pergi, Shinta mulai gelisah dan menyesal karena meminta Rama menangkap Kijang Emas tersebut. Tiba-tiba, dari kejauhan, Shinta mendengar teriakan Rama. Shinta pun mulai merasa khawatir dan cemas, kemudian menyuruh Laksmana mencari Rama. Laksmana tidak tega membiarkan Shinta sendiri di dalam hutan, lagi pula dia juga punya tanggung jawab moral pada kakaknya untuk menjaga Shinta. Akhirnya, Laksmana membuat lingkaran untuk melindungi Shinta sehingga orang jahat dari luar tidak akan mampu mengganggu Shinta. Kemudian Laksmana pergi mencari kakaknya.
Sayangnya, di suatu sudut hutan, seseorang dengan niat jahat di hatinya sedang mengintai dan menunggu saat yang tepat untuk menculik Shinta. Orang itu adalah, Rahwana. Rahwanalah yang membuat suara palsu Rama dengan tujuan agar Laksmana mencari kakaknya dan Shinta ditinggalkan sendiri. Rencananya berjalan lancar. Keluarlah dia dari persembunyiannya dan langsung mencoba mengambil Shinta dari dalam lingkaran Laksamana, tetapi ternyata gagal karena lingkaran tersebut tidak dapat ditembus Rahwana. Dia pun pergi dan menyusun siasat baru. Akhirnya Rahwana menyamar sebagai lelaki tua yang kelaparan dan memohon Shinta agar memberinya bantuan. Shinta pun tak tega dan sama sekali tidak menyangka bahwa pria itu adalah Rahwana yang beberapa saat lalu berusaha menculiknya. Setelah sempat ragu beberapa saat, akhirnya Shinta keluar dari lingkaran tersebut. Berhasillah Rahwana membawa Shinta ke negerinya, Alengka.
-end of season #2-
Laksmana pun bertemu Rama dan gembira mendapati kakaknya baik-baik saja, tetapi setelah keduanya sampai di tempat Shinta mereka terkejut tidak menemui Shinta di sana. Akhirnya Rama memerintahkan Hanoman, sang raja kera, untuk mencari Shinta dengan membawa cincin Rama agar Shinta mengenali dan percaya bahwa Hanoman adalah suruhan Rama. Hanoman pun berhasil menemui Shinta dan segera menunjukkan cincin tersebut. Saat berusaha menyelamatkan Shinta, Hanoman tertangkap Rahwana.
Di tempat lain, Rama yang bertemu Sugriwa membantu Sugriwa berperang melawan musuh Sugriwa (maaf ga tau namanya) dan akhirnya mereka memenangkan perang tersebut. Sebagai balas budi, Sugriwa, yang ternyata adalah adik Rahwana, bersedia membantu Rama menyelamatkan Shinta dan membunuh Rahwana. Rama dan Sugriwa beserta pasukan keranya berangkat menyerang Alengka. Akhirnya Shinta dan Hanoman terselamatkan, sementara Hanoman terbunuh oleh Sugriwa, adik kandungnya.
And then they live happily ever after? Tunggu dulu.
Shinta yang berhasil keluar dari kurungan Rahwana merasa sangat bahagia dan berlari memeluk suaminya, Rama. Malangnya, Rama menolak, dengan alasan meragukan kesucian Shinta setelah sekian lama bersama Rahwana. Shinta pun akhirnya menyeburkan dirinya ke dalam api untuk membuktikan cinta dan kesuciannya. Shinta berhasil keluar dari api dalam keadaan hidup, barulah Rama menerimanya.
Yup, begitulah kira-kira kisahnya. Masih ada yang menganggap kisah mereka adalah kisah cinta sejati, kisah cinta abadi? Kalau saya sih, itu cuma kisah tentang keegoisan seorang pria. Rama cuma menganggap Shinta adalah sebuah trophy yang pantas dimenangkan, bukan partner untuk saling mendampingi dan mempercayai. Lepas dari apakah Shinta masih suci atau tidak, tapi Shinta kan diculik. Bukan kemauan dia untuk dibawa ke Alengka. Lagi pula salah siapa sampai Shinta bisa diculik? Siapa yang tidak bisa menjaga istrinya dengan baik? Trus udah tau gitu bukannya langsung nyelametin, malah nyuruh monyet bawa-bawa cincinnya. Begitu sang istri selamat, malah ditolak dengan alasan meragukan kesuciannya. Cih, pria macam apa itu?
Jadi ya, untuk semua saja, yang mau menganalogikan sebuah kisah cinta sejati dengan kisah Rama dan Shinta, pikir-pikir dulu deh. Pilih yang lain saja, Shrek dan Fiona, misalnya
.


