justrhe[dot]blogsome[dot]com

May15, 2008

Kisah Tx dan Rx

Filed under: entry ga penting
Alkisah, di suatu sudut kota, berdiri sebuah antena Transmitter A (selanjutnya kita panggil TxA) pada sebuah tower tua. Konon, dia adalah sectorized. Di sudut yang lain, sebuah antena receiver (selanjutnya kita panggil Rx), diam menanti sinyal yang datang padanya.
Suatu hari, dengan power yang dia miliki, TxA memancarkan sinyalnya pada Rx. Sayangnya, sinyal tersebut tak pernah diterima oleh Rx. TxA bertanya-tanya, apakah yang membuat sinyalnya tidak pernah sampai pada Rx padahal mereka berdua dalam kondisi LoS, tak ada obstacle sedikitpun. Akhirnya dia berusaha mati-matian agar sinyalnya dapat diterima Rx. Dia pontang-panting mempointing dirinya pada Rx, sekuat tenaga meningkatkan powernya, tapi semua belum juga membuahkan hasil.
Usut punya usut, ternyata ada antena transmitter lain (selanjutnya kita panggil TxB) yang memancar omni dengan frekuensi yang sama. Sekarang TxA tahu, sinyalnya terinterferensi oleh TxB yang notabene jaraknya lebih dekat ke Rx dibanding jarak TxA ke Rx. Sekeras apapun TxA berusaha, tak kan pernah berhasil karena Rx sendiri sibuk mempointing dirinya pada TxB. TxA yang malang…
Malang juga bagi Rx, sinyal yang dia dapat dari TxB tidak pernah utuh. Sesekali dia mendapatkan sinyal TxB, tapi tak jarang pula sinyal itu tiba-tiba menghilang. Sampai pada suatu ketika, harapan Rx pupus karena TxB mengubah frekuensinya. Pudarlah mimpi Rx untuk mendapatkan sinyal dari TxB, karena dia tidak mempunyai kemampuan untuk mengubah frekuensinya.
Kini Rx hanyalah seonggok besi tertunduk lesu. Perlahan dia mencari sinyal TxA yang dulu cukup kuat memancar padanya tapi dia acuhkan begitu saja. Tapi sinyal itu kini perlahan menghilang. Apakah dia terlalu lemah untuk memancarkan sinyalnya? Apakah dia sudah mendapatkan Rx lain ?
Dalam diam, Rx berkata dalam hati… “TxA… tidak, mungkin aku harus memanggilmu Tx saja, karena mungkin hanya sinyalmulah yang mampu menjadikanku utuh sebagai antena receiver, sebagai Rx sejati. Masihkah ada power tersisa untuk kaupancarkan sinyalmu untukku lagi…?”

*I know… katrok! ahahahahaha….
but it’s truly comes from Rx’s heart

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2008/05/15/kisah-tx-dan-rx/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>