justrhe[dot]blogsome[dot]com

May17, 2008

Earth, selamatkan bumi dari global warming

Akhirnya, keinginan nonton film Earth itu terpenuhi juga, meskipun nontonnya bukan di Blitzmegaplex dan alih-alih malah nonton di studio pribadi a.k.a kamar kos. Semalam, dengan dalih mengobati patah hati saya akibat tim Thomas Indonesia yang main kurang greng di semifinal melawan Korea, saya lahap juga film “Discovery Channel” itu.

Film ini merupakan film untuk kampanye menyelamatkan bumi dari Global Warming. Bedanya, Patrick Stewart sang narator tidak berbicara kepada kita seakan “Hei, kalian itu jangan begini, kalian itu harusnya begitu!!”, tetapi sekedar menunjukkan “Ini lho jadinya kalo kalian begini”, selanjutnya, terserah. Bagi yang suka film action, mungkin film ini jadinya membosankan. “Ah, ini kan discovery channel”. Memang, bisa dibilang ini adalah discovery channel, tapi lebih dari discovery channel biasanya. Bisa dibilang, yaa katakanlah… discover the heart within your planet (yang mau muntah silakan buru-buru ke tempat yang layak untuk untuk muntah sementara saya siapkan tameng dulu sebelum kalian menemukan benda yang tepat untuk nimpukin saya ehehehehe).

Selama 99 menit, saya disuguhi pemandangan yang tak biasa. Lihat ratusan mobil di Gatot Subroto pagi dan sore hari kan biasa, tapi kalau lihat 3 juta kijang jalan rame-rame kan ga biasa? Merasakan tumpukan manusia di KRL ekonomi sudah pernah, tapi kan belom pernah berenang bareng sama jutaan ikan di laut. Lihat deretan mengular orang ngantri wahana Kora-Kora di Dufan waktu holiday kan biasa, tapi lihat barisan ribuan gajah bermigrasi mencari air berjalan 4 minggu kan ga biasa? Denger orang rebutan tiket TUC di Senayan biasa aja tuh, tapi belum pernah lihat kan gimana kalau gajah dan singa rebutan air? Ada yang sudah tahu kalo di Arctic sana ada masa di mana selama 4 bulan adalah malam a.k.a tak ada matahari?

Sepanjang film ini, tak hentinya terucap kata Subhanallah… Wow… Wah… (yang diikuti refleks nganga) melihat pemandangan alam yang… tak terdeskripsikan. Lucu, melihat anak-anak bebek belajar terbang, spesies burung yang menari seperti balerina yang sedang konser solo, monyet rakus memasukkan beberapa biji buah langsung ke mulutnya sampai penuh, monyet yang berjingkat-jingkat berjalan di sungai kemudian belajar berenang, anak beruang kutub main perosotan di salju. Atau, ber-hyaks tapi amaze melihat bagaimana jamur tumbuh.

Pada akhirnya, kita akan ditunjukkan, bagaimana global warming mempengaruhi kehidupan mereka. Perjuangan paus dan anaknya, gajah yang harus berjalan berminggu-minggu hanya untuk mendapatkan air. Beruang kutub di Arctic tidak pernah tahu bahwa es yang mereka pijaki menipis dan bisa patah kapan saja sehingga mencelakakan mereka. Salah siapa? Gue? Salah gue? Salah temen-temen gue? Yang pasti, bukan salah binatang-binatang ini. Mereka mungkin cuma bertanya-tanya, “lho kok jadi gini sih? perasaan gue ga ngapa-ngapain deh?”.

Oke, sekarang saya akan mencoba membuat daftar dosa saya pada mereka, pada bumi, dan peciptanya.
1. Boros air. Banget. Saya suka berlama-lama berdiri di bawah shower (ga pake menangis trus bunuh diri kaya Alia di AADC), bukan apa-apa, seger aja. Ibuku yang suka sebel kalau saya lama di kamar mandi bilang, “Reny itu cebok aja ngabisin 5 menit” (hiperbola kok).
2. Boros tisu. Bahan pembuatan tisu kan sama dengan bahan pembuatan kertas, bukan?
3. Boros listrik. Selama saya ada di kamar kos, yang wajib ON adalah radio dan kipas angin. Meskipun dingin, tetap nyala tapi diarahkan ke tempat lain. Biarpun saya sedang nonton, hanya mengecilkan volume radio. Tidur? justru wajib ON karena saya susah tidur kalo ga ada bunyi-bunyian. Jarang matiin lampu kamar mandi, suka parno sendiri kalo liat kamar mandi gelap.
4. Suka ga abis kalo makan, akhirnya terbuang dan membusuk. Padahal, menurut penelitian (serius ini), makanan busuk itu menghasilkan gas (yang aku lupa namanya) yang bisa merusak ozon.
Kalau diteliti lagi pasti masih banyak, hanya saja saya lupa atau ga sadar kalau itu bisa merusak bumi.

Tapi, saya sudah mengurangi pemakaian plastik dengan menolak memakai plastik kalau membeli barang selama masih bisa saya bawa tanpa plastik, menghemat penggunaan kertas, mengumpulkan karet bekas bungkus makanan dengan niatan dikasi lagi ke penjualnya agar bisa dipakai kembali tapi masih bingung gimana ngasinya. Semua dimulai dari hal kecil, dear.

Kalau kalian bagaimana?

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2008/05/17/earth-selamatkan-bumi-dari-global-warming/trackback/

  1. kalau saya sudah mengumpulkan karet bekas bungkus makanan juga, jadinya sudah terkumpul segede bola tenis lebih sedikit … tapi niatan saya bukan buat dikasi lagi ke penjualnya, tapi buat nimpuk kepala orang … :D :D

    btw, kayaknya kalo dikasi lagi ke penjualnya kayaknya jauh lebih bermakna …. ===Lets Save The Earth===

    Comment by whk — May23, 2008 @ 9:34 pm

  2. @whk: yoi, jadi bisa mengurangi produksi karet *halah*

    Comment by justrhe — May23, 2008 @ 11:04 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>