justrhe[dot]blogsome[dot]com

June22, 2008

Then they ask me,” Where are your MORALS?”

Jumat malam kemarin, setelah menyaksikan penampilan Aji Idol dan merasa tak ada lagi Idol lain yang menarik disaksikan, saya mati gaya. Kemudian berjalan gontai menuju kamar kos, selanjutnya…

bengong sambil bobo-boboan di kasur
bangun, liatin buku-buku di rak
bengong lagi
buka-buka lemari pakaian
nyalain radio, pindah-pindah frekuensi FM, ga ada yang menarik
nyalain laptop, klik folder-folder, ga ada yang baru
ke luar kamar
duduk depan TV, bengong
buka-buka kulkas, ada sayurannya Farida tapi ga punya kemampuan memasak yang memadai
balik ke kamar
ada agar-agar belom dimasak tapi ga mood masak
ke kasur lagi
bobo-boboan sambil poto narsis bareng tweety dan chowy
bengong lagi

tik

tok

tik

tok

….

Ah, akhirnya saya teringat ada film yang sudah lama ter-save di E:\MOVIES tapi belum sempat ditonton. Langsung saya menuju folder tersebut dan men-double click Untraceable. Semula saya berpikir film ini bakal menampilkan kecanggihan telematika dengan porsi berlebih sampai menarik Roy Suryo untuk menganalisanya habis-habisan. Tetapi ternyata, memang iya, tapi yang lebih ditonjolkan adalah unsur sadistic.

Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang melakukan pembunuhan dengan memakai pengguna internet sebagai alat untuk membunuh seseorang. Pelaku membuat website yang menampilkan pembunuhan tersebut secara online, dengan bermacam variasi cara, semakin banyak orang yang mengakses url tersebut maka korban akan semakin cepat meninggal. Kenapa untraceable? Pelaku mendaftar domain dengan account yang bukan miliknya, IP tidak bisa ditrace karena selain ternyata itu adalah hak milik Rusia, somehow dia menggunakan banyak mirror IP secara random, dan juga hanya bisa diakses dari Amerika. Ah, saya jadi bingung sendiri :D

Dan, website yang ngetrend di film itu adalah www.killwithme.com. Hari ini, saya mengetikkannya ke window Firefox saya. Daaaaaaaannnnnnn…… jedeng!!! Muncullah background hitam dengan gambar tengkorak berkacamata di sebelah kiri yang di sebelah kanannya terdapat tulisan KILL WITH ME? dan ENTER di bawahnya yang menanti diklik. DEG!!! Asli kaget. Bodohnya, saya yang sudah tahu itu adalah fiksi belaka tetapi tetap merasa deg-degan (mungkin harus melihat bagaimana sadisnya Afghan pelaku dalam melakukan pembunuhan baru bisa terasa DEG!nya).

Masih dengan kondisi detak jantung seperti ketika ada sesuatu yang berhubungan dengan dia, akhirnya saya klik ENTER. Tapi yang muncul bukan gambar orang sekarat dengan tangan terikat dan mulut terbungkam. Saya malah ditanya:

WARNING
Visiting this site could cause harm to innocent people. Do you still want to enter?

Saya pun meng-klik Yes. Dan yang muncul

88 % of you ignored the warning, where are your morals?

Ihihihihihihi…. saya bukannya tidak bermoral, saya hanya terlalu Smart, penuh Simpati, meskipun otak tidak berukuran XL tapi cemerlang layaknya Mentari. Karena itulah saya punya 3 sifat: PeDe, Ceria, dan hepi. Ya kan, Fren?
untuk tertipu pada hal-hal seperti ini.

What is the moral of this film?
Tidak semua orang suka kehidupan pahitnya dikomersialkan untuk konsumsi dan hiburan publik. Pernahkah kalian membayangkan jika itu terjadi pada kalian atau keluarga kalian?

Yang saya tidak habis pikir di cerita film ini, entah mereka itu tidak punya otak atau tidak punya hati, atau tidak punya keduanya (Rangga banget nih), tapi sepertinya mereka menikmati ketika pelaku melakukan pembunuhan, tanpa menyadari bahwa mereka juga adalah pembunuh. Seperti tontonan seru yang tak boleh absen meskipun melibatkan nyawa seseorang dan hati orang-orang sekitarnya.

So, where are you morals, Americans?

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2008/06/22/then-they-ask-me-where-are-your-morals/trackback/

  1. mau dunk mbak untraceablenya …
    sesuk tak bawa FD 2G yha … ;;)

    Comment by whk ganteng — July5, 2008 @ 9:57 pm

  2. ga gede kok filenya, ga sampe segiga

    Comment by justrhe — July7, 2008 @ 6:22 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>