justrhe[dot]blogsome[dot]com

July25, 2008

Puding Leci Karamel

Filed under: mendadak koki
pudingBerawal dari sebuah misi menemani seorang kawan yang ga berani bobo sendiri di Kartika Chandra, itung-itung juga reunian, kemarin saya membuat terobosan baru untuk memperkaya cita rasa masakan saya. Sebenarnya rada malas berangkat soalnya waktu itu lagi puasa, tetapi berhubung hari Selasa kemarin saya sudah janji akan datang lagi, ya sudah akhirnya saya putuskan pergi. Menurut prediksi saya, jam makan malam pasti sesudah maghrib, dan kami adalah warga negara Indonesia yang baik makanya pasti ngaret sampai Isya. Untuk menyiasatinya, maka saya berniat membuat ta’jil. Bongkar-bongkar rak cuma nemu nutrijel rasa leci (bahasa kerennya lychee), buka kulkas ga ada apapun, mau keluar juga malas, ya udah manfaatkan apa yang ada saja.

Sudah dari dulu, meskipun saya bisa dibilang hampir selalu gagal dalam memasak, saya tidak pernah suka membuat sesuatu yang biasa. Meskipun hasilnya justru ga karuan, yang penting ga biasa. Saya tidak mau hanya memasak nutrijel biasa, berhubung yang ada hanya sebungkus nutrijel dan gula pasir, akhirnya ide yang muncul adalah karamel. Dan memasak pun dimulai.

Satu bungkus bubuk nutrijel dibagi 2. Campurkan setengah bagian pertama dengan setengah gelas gula pasir dan satu setengah gelas air putih, aduk rata dan masak sampai mendidih. Tuang dalam cetakan dan biarkan beku.

Hal yang sama lakukan pada setengah bagian kedua, hanya gula pasirnya dikurangi karena nanti dicampur karamel.

Sekarang memasak karamel, berbekal pengetahuan imajinasi saya dalam membuat karamel. Masukkan setengah gelas gula pasir ke wajan teflon (saya pakai ini karena yang ada cuma ini, tapi sebelumnya beri jeruk nipis dan panaskan sambil digoyang-goyang merata agar tidak bau). Panaskan dalam api kecil sampai gula meleleh, campurkan madu. Nah pada saat inilah kegagalan dimulai, gulanya terlalu masak aka gosong.

Sebelum dituangkan dalam adonan nutrijel yang masih panas, masukkan 2 sendok makan adonan ke dalam karamel panas untuk menetralkan. Aduk rata baru kemudian tuangkan pada adonan nutrijel. Aduk lagi. Tuang pada adonan nutrijel pertama yang sudah beku, dan biarkan dingin. Masukkan dalam kulkas dan tunggu sampai membeku. Potong-potong sesuai selera.

Hasilnya seperti gambar di atas, cantik kan? Rasanya? Kalo kata teman saya dikiranya yang hitam rasa moka, padahal sih karamel gosong hehehe. Yah, paling tidak saya sudah berpengalaman membuat karamel (halah), lain kali ga bakal gosong deh.

July19, 2008

Cina atau Ch(a)ina?

Akhir-akhir ketika saya nonton berita di Metro TV, jadi ada sesuatu yang mengganjal di hati. Pasalnya, semua pembaca berita di Metro TV yang saya dengar, ketika menyebut Cina, tidak dengan Cina dalam bahasa Indonesia tetapi China in English (Chaina, dengan ada sisipan huruf “a” sebelum “i”) padahal beritanya dalam bahasa Indonesia.

Akhirnya saya cari ke pusat bahasa, dan nemunya Cina bukan China. Tapi masalahnya dalam kbbi online ini tidak dilengkapi dengan cara pengucapannya. Tapi setahu saya bahasa Indonesia itu tidak ribet, cara pengucapannya ya sama dengan susunan katanya, tidak seperti bahasa Inggris atau bahasa Sunda.

Jadi yang benar mana? Cina atau Ch(a)ina?

Normal ga sih?

Filed under: me myself & I

Awalnya suka… eh sekarang jadi saingan. Kaya Serra. Normal ga sih?

July13, 2008

Makna Panggilan

Setelah sebuah kegalauan hati yang saya curahkan dalam postingan ini, ternyata masih ada beberapa panggilan lain yang muncul berdasarkan perasaan hati sang pemanggil kepada yang dipanggilnya. Berikut analisanya:

Diriku-Dirimu
Menurut analisa cekak saya yang tingkat keakuratannya masih di bawah analisa Roy Suryo, jika ada seseorang yang memakai panggilan ini maka kemungkinan besar sang pemanggil mempunyai perasaan khusus kepada yang dipanggil, tetapi mereka belum mempunyai kejelasan status (halah). Pemanggil terlalu takut untuk memanggil dengan kata ganti KAMU, nanti dikira SKDS, Sok Kenal Sok Dekat. Kalau pake LO, kesannya terlalu kasar dan kurang intim. Karena merasa serba salah, pemanggil menganggap kata ganti DIRIMU adalah yang paling aman dan tepat digunakan. Dan, sebagian besar yang menggunakan kata ganti ini sebagai panggilan amannya adalah pendatang/orang yang bermigrasi ke Ibukota aka bukan orang Jakarta asli atau tinggal dari kecil di Jakarta, karena menurut pengamatan saya, tidak masalah bagi anak gaul Jakarta memanggil orang tersayang dengan LO GUE.

Kadang aku kamu kadang lo gue
Nah, ketidakkonsistenan pemakaian kata ganti ini biasanya terjadi pada pemanggil yang masih ragu akan perasaannya pada yang dipanggil, atau bisa juga si pemanggil belum mau menunjukkan perasaannya kepada yang dipanggil. Ada saat ketika dia ingin menunjukkan kedatarannya pada yang dipanggil dia memakai LO GUE. Tetapi ada kalanya ketika perasaan lebih kuat dari logika, mungkin tanpa sadar panggilan AKU KAMU itu tanpa sengaja terlontar.

Memakai panggilan NAMA
Mungkin panggilan ini adalah yang paling netral dan aman. Panggilan ini kurang menunjukkan perasaan pemanggil kepada yang dipanggil tetapi lebih menunjukkan jati diri (heleh jati diri) si pemanggil. Tapi tunggu dulu, untuk para pria sebaiknya berpikir dulu kalau mau memakai type panggilan ini. Mungkin kita biasa saja kalau mendengar Sri berkata “Parto, tolong angkatin tasnya Sri dong. Berat nih, Sri nggak kuat”. Tetapi bagaimana kalau mendengar ucapan Fernando “Veronica, liat sepatu Fernando, ga? Tadi Fernando taruh di sebelah tas Fernando deh, kok sekarang ga ada ya?”
Kalau saya jadi Veronica, sudah ilfil duluan mendengarnya.

Ini cuma analisa sok tau saya, jadi ga usah terlalu dipercaya bahkan dijadikan pedoman. Misiiii…..

July10, 2008

Warna primer dan hubungan baiknya dengan logo perusahaan

Filed under: entry ga penting
Dalam ilmu Seni Rupa yang diajarkan ketika saya masih SMP dulu, warna primer ada 3 yaitu kuning, merah dan biru sedangkan warna lainnya adalah warna sekunder yaitu perpaduan antara warna-warna primer tadi. Misalnya hijau dihasilkan dari campuran warna kuning dan biru, ungu dihasilkan oleh warna biru dan merah, dan sebagainya. Sedangkan ketika saya dikenalkan bahwa cahaya juga menghasilkan spektrum warna, mereka mempunyai fisosofi yang berbeda. Warna primer tetap ada 3, tetapi warnanya beda, mereka adalah merah, hijau, dan biru, sedangkan warna lainnya adalah warna sekunder.

Ada juga yang bilang kalau warna-warna tersebut juga mempengaruhi kondisi psikologis manusia. Misalnya, merah menyemangati, hijau mendinginkan, biru mendamaikan, dll. Nah yang membuat saya bertanya-tanya adalah warna-warna dan bentuk dalam logo-logo ini.

ptmn

pmt

3gnet

Hmmm… saya jadi bertanya-tanya, apa makna logo-logo tersebut? Terutama bentuk, komposisi warna dan susunannya. Kok mirip-mirip ya? Apakah tender pembuatan logo dimenangkan oleh pihak yang sama?

Ada yang bisa membantu memberi penjelasan pada saya?

Ketika Mak Erot Meninggal Dunia…

I believe you don’t know what you’ve got until you say goodbye

Secuplik lirik lagu Savage Garden itu mungkin yang amat cocok untuk Mak Erot hari ini. Ketika detik.com mempublish berita berjudul Mak Erot Meninggal Dunia, Banyak Orang Kaget, termasuk saya, kaget yang amat kaget. Bukan kaget karena berita bahwa Mak Erot telah meninggal dunia, tetapi kaget karena berita bahwa Mak Erot meninggal dunia (nah lho bingung kan?).

Kenapa? Karena selama ini saya mengira kalau tokoh Mak Erot hanyalah tokoh fiktif karangan manusia saja dan bukan tokoh nyata yang memang ada dan hidup di dunia ini. Asli kaget banget waktu baca beritanya bahwa beliau ini meninggal. Lho, Mak Erot itu beneran ada toh?

Aduh, maafkan saya, Mak Erot, selama ini Anda terkenal di mana-mana tapi cewek manis ga gaul ini malah menganggap Anda fiktif. Sekali lagi maafkan saya…