justrhe[dot]blogsome[dot]com

July13, 2008

Makna Panggilan

Setelah sebuah kegalauan hati yang saya curahkan dalam postingan ini, ternyata masih ada beberapa panggilan lain yang muncul berdasarkan perasaan hati sang pemanggil kepada yang dipanggilnya. Berikut analisanya:

Diriku-Dirimu
Menurut analisa cekak saya yang tingkat keakuratannya masih di bawah analisa Roy Suryo, jika ada seseorang yang memakai panggilan ini maka kemungkinan besar sang pemanggil mempunyai perasaan khusus kepada yang dipanggil, tetapi mereka belum mempunyai kejelasan status (halah). Pemanggil terlalu takut untuk memanggil dengan kata ganti KAMU, nanti dikira SKDS, Sok Kenal Sok Dekat. Kalau pake LO, kesannya terlalu kasar dan kurang intim. Karena merasa serba salah, pemanggil menganggap kata ganti DIRIMU adalah yang paling aman dan tepat digunakan. Dan, sebagian besar yang menggunakan kata ganti ini sebagai panggilan amannya adalah pendatang/orang yang bermigrasi ke Ibukota aka bukan orang Jakarta asli atau tinggal dari kecil di Jakarta, karena menurut pengamatan saya, tidak masalah bagi anak gaul Jakarta memanggil orang tersayang dengan LO GUE.

Kadang aku kamu kadang lo gue
Nah, ketidakkonsistenan pemakaian kata ganti ini biasanya terjadi pada pemanggil yang masih ragu akan perasaannya pada yang dipanggil, atau bisa juga si pemanggil belum mau menunjukkan perasaannya kepada yang dipanggil. Ada saat ketika dia ingin menunjukkan kedatarannya pada yang dipanggil dia memakai LO GUE. Tetapi ada kalanya ketika perasaan lebih kuat dari logika, mungkin tanpa sadar panggilan AKU KAMU itu tanpa sengaja terlontar.

Memakai panggilan NAMA
Mungkin panggilan ini adalah yang paling netral dan aman. Panggilan ini kurang menunjukkan perasaan pemanggil kepada yang dipanggil tetapi lebih menunjukkan jati diri (heleh jati diri) si pemanggil. Tapi tunggu dulu, untuk para pria sebaiknya berpikir dulu kalau mau memakai type panggilan ini. Mungkin kita biasa saja kalau mendengar Sri berkata “Parto, tolong angkatin tasnya Sri dong. Berat nih, Sri nggak kuat”. Tetapi bagaimana kalau mendengar ucapan Fernando “Veronica, liat sepatu Fernando, ga? Tadi Fernando taruh di sebelah tas Fernando deh, kok sekarang ga ada ya?”
Kalau saya jadi Veronica, sudah ilfil duluan mendengarnya.

Ini cuma analisa sok tau saya, jadi ga usah terlalu dipercaya bahkan dijadikan pedoman. Misiiii…..

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2008/07/13/221/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>