justrhe[dot]blogsome[dot]com

August27, 2008

risih deh

Sebenarnya ini hal yang mungkin kurang begitu penting bagi yang sok penting dan sok sibuk (kalo sok sibuk sih saya sendiri), tapi cukup membuat saya risih hingga harus menulisnya di sini.

Awalnya, ketika di jalan saya tiba-tiba melihat ada tulisan semisal:
mobil di jual
rumah di sewakan

Duh, penulisan yang salah. Risih, tapi bodo amat.

Tapi, kok meluas. Ketika chat dengan teman:
mana enak di makan?
sudah di kirim belum?

Maaf, saya tidak bisa tinggal diam. Risih. Biasanya, saya koreksi kalimat tadi dengan:
dimakan bukan di makan
dikirim bukan di kirim

Puncaknya, ketika saya menemukan gosip ini dari media sekelas detik.com. Duh, gimana ga tambah risih?

Jadi begini ya teman-teman, harap diperhatikan penulisan “di” tadi. Ya maaf kalo bawel, bukan maksud mau sok nasionalis, sok jadi pemuda yang menepati sumpah ketiganya (cekbebicek Sumpah Pemuda). Saya juga tidak tau kenapa JS. Badudu dipilih sebagai panutan dalam perbahasa Indonesiaan. Hanya saja, SAYA RISIH. Mungkin bisa saya jelaskan sedikit agar lebih jelas (nyamar jadi guru Bahasa Indonesia)
“di” itu mempunyai 2 fungsi, yaitu sebagai awalan dan sebagai kata depan. Jika di berfungsi sebagai awalan, biasanya sih ditulisnya di-, maka penulisannya harus disambung dengan kata dasarnya. Sedangkan jika “di” berfungsi sebagai kata depan, cara penulisannya dipisah.

Bagaimana cara membedakannya?
Gampang
“di” berfungsi sebagai awalan jika kata yang mengikutinya adalah kata kerja, atau dalam susunan kalimat SPOK menduduki posisi P (Predikat). Sedangkan jika kata yang mengikutinya menempati posisi buncit K (Keterangan), biasanya menunjukkan tempat, maka fungsinya sebagai kata depan.

Contohnya?
dimakan
diminum
dicium
dipeluk
di rumah
di pantai
di gunung

Masih ngeyel juga? Saya kasih analogi simpelnya deh kalo gitu. Itu yang nulis di makan, nulis me makan juga? Penulisan kata kerja sebagai kalimat aktif maupun pasif harus diperlakukan sama toh?

August24, 2008

Istighfar

Filed under: sok pujangga

Tuhan…

jika Kau hanya memberi cobaan pada makhlukMu yang mampu
jika menurutMu aku cukup kuat dengan semua ini
ampuni aku jika ku bertanya…
kenapa tak Kau ciptakan aku sebagai manusia lemah saja?

karena kadang aku merasa lelah membawa beban ini
amat lelah

aku bosan menghapus air mata dengan tanganku sendiri
ketika malam aku menangis di hadapMu

*bo, gimana sih caranya bikin puisi?*

August22, 2008

Terlintas…

Filed under: entry ga penting
Iklan PLN
Iklan PLN adalah iklan paling aneh, nyeleneh dan lain dari pada yang lain. Setahu saya yang namanya iklan itu mengajak konsumen untuk berlomba-lomba memakai produk yang diiklankan, sebanyak-banyaknya. Bandingkan dengan iklan PLN yang mengajak konsumen untuk menghemat pemakaian produknya, listrik.

5 menit ke lokasi X
Pernah perhatikan ada papan iklan yang berisikan waktu tempuh suatu tempat? Misalnya, ini yang sering saya temui di sepanjang jalan Margonda, ITC Depok, 10 menit lagi, 5 menit lagi, dan seterusnya. Atau iklan perumahan yang menyebutkan 5 menit ke Mall X misalnya. Saya kok jadi aneh ya. Sekarang misalnya 5 menit menuju lokasi X, mungkin kalau naik mobil/motor bisa ditempuh dalam 5 menit. Pertanyaan saya, lha kalo naik sepeda goes? Atau jalan kaki? Iya kalo jalanan lancar, lha kalo macet? Bisa saja to? Wong namanya juga jalan raya. Kalo tiba-tiba Aa Rossi ngapelin saya trus minta ditemenin ke ITC Depok (ngapain coba?), trus kesananya pake motor yang biasa dipake dia balapan, pantat baru nempel juga udah nyampe.
Jadi ini pembohongan publik atau bagaimana? Kenapa para pengiklan itu tidak menyebutkan jarak tempuhnya saja, berapa km atau berapa m. Jadinya kan kalau yang pakai mobil/motor bisa mengira-ngira waktu tempuhnya ketika melirik speedometer. Dengan asumsi jarak tempuh itu adalah jarak terdekat, kalo misalnya orangnya nyasar muter-muter ya salah dia sendiri.
Eh, itu yang di pojokan belakang pasti dah mau nyolot, ya yang menyebutkan waktu tempuh tadi bisa juga dong menggunakan asumsi kalo itu pake kendaraan bermotor? Ok saya jawab, kendaraan bermotor juga kan tergantung yang nyupir, kendaraan bermotor kalo jalanan macet juga mana bisa cepet. Emang mau kayak transformer jadinya nanti mobil berkaki?

Kontes putri-putrian, penting ga sih?
Kalo penting, penting buat siapa? Apa untungnya untuk Indonesia? Pertanyaan ini terlintas ketika menonton acara pemilihan Putri Indonesia 2008 sekitar seminggu yang lalu. Sang Putri terpilih akan menerima bermacam-macam hadiah, mulai dari sepatu Rotelli sampai mobil. Kemudian, tugas selanjutnya adalah melakukan kunjungan ke berbagai daerah, menjadi pembicara di berbagai acara, dan akhirnya, mewakili Indonesia di ajang Miss Universe.
Yang jadi pertanyaan saya, ketika putri-putri tadi melakukan kunjungan ke (misalnya) yayasan anak-anak jalanan. Mereka ngapain? Dateng, ngobrol bentar, foto-foto, dadah-dadah, pulang. Apa yang mereka beri untuk anak-anak jalanan tadi? Ok, mungkin kedatangan mereka bisa membangkitkan semangat anak-anak tadi, mungkin saja. Tapi coba bandingkan dengan dengan para pengurus yayasan tadi, mereka memberi sesuatu yang konkret.
Mengirim ke ajang Miss Universe. Dibilangnya, untuk mengangkat pamor Indonesia, terutama dari segi pariwisata. Saya akan menganalogikan dengan tempat makan yang dikunjungi Pak Bondan Mak Nyoss. Awalnya orang pasti penasaran dan tertarik karena Pak Bondan pernah makan di situ sambil bilang “Mak Nyoss”. Kalau ternyata masakannya kurang enak, ya pasti ramenya sebulan doang, tapi kalo emang enak, ga perlu didatangi Pak Bondan juga sudah rame. Maksud saya, kenapa biaya pengiriman Miss Universe itu kita gunakan untuk memperbaiki pariwisata kita dulu? Indonesia sudah dianugerahi keindahan alam yang luar biasa Subhanallah, tapi belum banyak yang tahu, atau, wisatawan yang datang jadi cengok dengan pertanyaan semisal, naik apa? Di sana ada apa aja? Atau seandainya kita membangun hotel mewah tapi kalau di sebelahnya perkampungan kumuh mana sedap dipandang mata? Masalah iklan mengiklan, ga perlu lah mengirim Putri Indonesia yang nantinya meramaikan media dengan misteri apakah sang Putri memakai bikini atau tidak, atau, menaikkan rating infotainment karena ternyata sang Putri berlenggang dengan swimsuit two pieces. Pasang aja iklan di Google atau Yahoo!, gampang kan?
Eh, kalo ga salah saya dulu pernah bikin postingan tentang Miss Universe gitu deh, coba saya cari…. Nah, ketemu. Di sini.

Geng Nero
Salahkah saya jika menyalahkan sinetron-sinetron ABG yang menampilkan cewek-cewek dengan bermacam akal bulus untuk memperebutkan cowok atas maraknya geng Nero dengan perilaku premannya? Sinetron kena lagi.

August12, 2008

Kamu jahat

Filed under: me myself & I

Mulanya, kamu hanya menyelipkan pesan-pesan singkat tanpa identitas di bawah pintuku
Aku cuek. Tapi karena kamu makin sering, aku penasaran juga

Lama-lama, kamu mengetuk pintuku
Tok… satu ketukan pelan
Aku bergeming
Tok… tok…
Aku hanya menoleh
Tok… tok… tok… usahamu makin keras
Aku mengintip, tapi pintuku masih terkunci

Tok tok… tok tok… tok… kali ini ketukanmu berirama
Aku tersenyum, tapi belum mau membuka pintu

Kamu semakin sering mengetuk
Aku mondar-mandir di belakang pintu sambil sesekali mengintip

Ketukanmu semakin kencang
Aku memainkan anak kunci

Aku memutar anak kunci ke kanan, kamu bisa masuk kalo kamu mau

Tok… tok… tok… kamu tetap mengetuk

Lama
Akhirnya aku membuka pintu
Tapi kamu sudah tak ada

Aku kecewa
Pelan kututup kembali pintuku
Kuputar anak kunci ke kiri
Perlahan

Kok bisa-bisanya kamu begitu
Kamu jahat

Kamu tidak pernah mencoba membuka pintuku
kamu hanya mengetuk

you’re not there, you’re just almost there
ALMOST

*ah, kuharap dia mengerti kalo postingan ini tentangnya*

August9, 2008

Tentang Seseorang Bernama Bambang

Bambang itu…
Muka bokep, ga cakep-cakep amat tapi pacarnya cantik-cantik

Bambang itu…
Punya orang tua yang kaya raya durjana

Bambang itu…
Ponakannya pengacara terkenal

Bambang itu….
Vokalis salah satu band Indonesia yang suaranya pas-pasan

Bukan tipe saya banget.

Tapiiii…. pagi ini di Mustang double eight, sambil mencari kostum yang pas untuk hari ini, kudengar suaranya…

Keetika kau ada di sam-ping-ku
Hidupkupun terasa dammai
Seperti yang tak terba-YANG-KAN-DA-LAM benakku
Di saat hatiku ada di hatimmu
Duniapun menjadi indah (ngaco kayaknya)

Aaaahhhhh…. Bambanggg… baru kusadari ternyata kau memiliki artikulasi yang matabs, fonem-fonem bahasa Indonesia begitu sempurna keluar dari mulutmu. Oh Bambang…. Om JS Badudu sepertinya harus mengoleksi albumnya Samsons nih ;)

Coba kalau yang nyanyi Ahmad Dhani CS:
keetchika kau adha di sampingku
hidupku pun tcherasa damai
sepertchi yang tchak tcherbayangkan dhalam benakkhu
di saat hatchiku ada di hatchimu…
akupun hatchi hatchi *bersin*

August7, 2008

Puding Susu Sirsak

Filed under: mendadak koki

puding2
Kemarin sore ga ada kerjaan sambil nunggu OB jam 5 akhirnya iseng-iseng bikin puding. Puding lagi… puding lagi… lha wong yang paling gampang itu :P . Mikir beberapa detik, keluar ke warung sebentar, ublek-ublek sebentar, terciptalah puding susu sirsak. Berikut resepnya:

1 bungkus agar-agar Swallow, andalan. Kebetulan waktu itu warnanya kuning
Susu segar. Karena di warung Ultra Milk Vanillanya lagi habis akhirnya saya pake 3 sachet susu kental manis Indomilk (kemasan berapa ml lupa)
Gula pasir secukupnya
Sirsak diblender, saya sih beli jus sirsak di tukang jus buah dekat kostan
Air putih 2 gelas

Caranya:
Masak agar-agar bersama air dan gula pasir sampai mendidih. Gula pasirnya jangan terlalu banyak soalnya nanti ada manis dari susu. Lagi pula yang bikin juga udah manis wakwakwakwak….
Campur susu dengan sedikit air panas, aduk sampai merata baru masukkan ke adonan agar-agar.
Terakhir, campurkan sirsak dan aduk merata.
Tuang dalam cetakan dan biarkan dingin. Masukkan ke dalam kulkas agar lebih segar.

Rasanya asem manis seger enak ;)

August4, 2008

fiktif belaka

“What can I do for you?”

“Just hug me and let me cry. I’ll be fine tomorrow.”

August3, 2008

OTBA

Filed under: me myself & I
Akhirnya, setelah 1 tahun jadi anggota gelap yang cuma mantengin milis (eh ga ding, dulu sempet ke stand nya sekali pas acara JBF), akhirnya kemarin gabung juga sama kegiatan besar komunitas 1001buku. Ya abisnya, kalo ada acara pasti ga ada yang mau diajak, kalo ngajaknya ke mall baru deh pada semangat. Secara (heleh secara yang tidak pada tempatnya) saya kan orangnya pemalu dan pendiam, masa ucluk-ucluk sendirian. Kemarin, perginya sama Dewi, temen Dewi, sama temennya temen Dewi. Ga barengan sih, cuma janjian di sana aja. Postingan ini mungkin sedikit terlambat, maklum saya orangnya sok sibuk ehehehehe.

Olimpiade Taman Bacaan Anak, disingkat OTBA, merupakan ajang perlombaan dan permainan anak-anak dari TBA-TBA se-Jabodetabek. OTBA yang diselenggarakan di WTC Mangga Dua tanggal 27 Juli 2007 ini adalah kali ketiga diadakan oleh komunitas 1001buku, yang pertama tahun 2006. Di sini anak-anak dari TBA-TBA tadi bermain sambil berlomba, berlomba sambil bermain, apapun namanya pokoknya FUN lah. Ada lomba maraton, menggambar, kreativitas, lomba dongeng juga ada. Hiburannya, ada live music, mas-mas akustikan gitu cuma yang dinyanyiin lagu anak-anak pastinya. Eh, ada Pak Raden juga lho, yang lomba dongeng jurinya beliau. Duh, kapan lagi anak-anak itu bisa dongeng di depan Pak Raden? Pak Raden gitu lho.

Harusnya, hari Sabtu musti kumpul untuk briefing dan bagi tugas. Tapi malangnya, Jumat malam tiba-tiba tenggorokan saya sakit, udah gitu pake acara demam lagi. Duh. Ya udah dipake bobo, sapa tau paginya sembuh. Toh acaranya siang jam 13.00. Eh ndilalah paginya kondisinya bukan membaik malah tambah parah, akhirnya SMS Dewi bilang kalo ga dateng. Ke Dokter di RS Bunda Margonda, dikasi antibiotik, paracetamol, sama obat radang. Tapi bertekad Minggu harus sembuh dan pergi ke WTC Mangga Dua.

Minggu pagi, badan rasanya baikan. Tapi ketika check sound, lho suaraku kemana? Sopranku yang merdu berganti dengan bariton seksi. Kalo masih bingung membayangkan, coba bayangkan Melanie Ricardo nyanyi bareng Cher trus backing vocalnya Desree. Ah, bodo amat. Aku pergi juga naik KRL sampe stasiun Kota trus naek angkot M15A turunnya depan WTC persis. Nyampe sana, bengong, belom dapet tugas. Untungnya, ada yang ngakunya namanya Oji yang bilang kekurangan relawan buat jadi sweeper. Ya jadilah saya sebagai seorang sweeper, tukang sapu, wakwakwakwakwak. Tugasnya, ya nyapu. Engga ding, tugasnya nyiapin tetek bengek buat lomba maraton. Posisiku berubah setelah Oji mengumumkan kalau Trivia butuh 7 relawan. Mikir beberapa detik, kayaknya Trivia kerjanya lebih berinteraksi sama anak-anak dan lebih santai, jadi bisa mutret-mutret. Selain itu, siapa tahu dengan mempekerja lemburkan pita suara, dia jadi terbiasa dan mengembalikan bariton saya ke sopran. Tapi dasar emang ga bakat jadi analis apalagi dokter, ternyata bukannya sembuh tetapi malah parah. Untungnya saya bisa menyelesaikan tugas Trivia saya dengan baik, semua pertanyaan terjawab sempurna tanpa saya mengulang membaca pertanyaan.

Favorit saya di maraton adalah ketika 1 tim yang terdiri dari 5 anak ditugaskan memindahkan 5 buah gelang dari sisi satu ke sisi lain, tetapi ada syaratnya, yang pegang gelang dilarang menyentuh lantai. Bikin saya ngakak, ada yang 1 anak diangkat bareng-bareng, ada yang nyebrang pake kaki temannya sebagai jembatan, bahkan ada yang pake punggung temannya jadi jembatan. Ide-ide mereka kreatif, dan lucu. Sementara itu 5 orang lagi sedang menunggu giliran permainan selanjutnya sambil nonton. Saya bilang ke mereka “Ayo dong, semangatin temennya”. Serempak mereka bertepuk tangan sambil berteriak “Semangatin! Semangatin!! Semangatin!!!” Lho?

Setelah maraton selesai, rasanya capeeeekk, padahal perasaan tadi nggak ngapa-ngapain. Pegang dahi, yahh panas lagi. Akhirnya duduk sambil nyender di tiang, mengistirahatkan tenggorokan sambil liat lalu lalang anak-anak. Hari itu lebih banyak diam, secara saya emang orangnya pemalu dan pendiam. Alah. Jadi ingat beberapa teman saya yang komplen, katanya kesan pertama saya menipu, keliatannya aja pendiam, kalem dan lembut. Ga taunya, ngablak. Hehehehe.

Setelah ishoma, ada yang lomba kreativitas, ada yang lomba menggambar, ada yang nonton hiburan. Saya sih ngider, jepret sana sini. Banyak kamera profesional berseliweran, itu lho yang item gede2, sementara saya sendiri cuma pake kamera pocket huhuhuhu. Jadi pengen punya, mau beli tapi saya masih terlilit rentenir kampus biadab ini. Yah, doakan tahun depan bisa lulus. Amin.

Sekitar jam 4, Dewi ngajak pulang karena dia sudah kecapean, padahal acara belum selesai. Ya sudahlah, saya juga harus istirahat, besoknya harus bangun pagi-pagi berangkat kerja. Tapi hari itu meskipun melelahkan, tapi sangat berkesan dan memberi sejuta warna bagi saya (halah). Semoga saya bisa gabung di kegiatan lainnya, maklum saya kan sok sibuk. Preeeetttttt…..

Oh iya, beberapa fotonya seperti biasa ada di MP saya, trus ada yel-yel favorit niy di sini. Monggo dilihat siapa tahu ada yang minat gabung juga. Yuuuukkk… depeleh… depeleh… depeleh… dilepeh!!!