justrhe[dot]blogsome[dot]com

August22, 2008

Terlintas…

Filed under: entry ga penting
Iklan PLN
Iklan PLN adalah iklan paling aneh, nyeleneh dan lain dari pada yang lain. Setahu saya yang namanya iklan itu mengajak konsumen untuk berlomba-lomba memakai produk yang diiklankan, sebanyak-banyaknya. Bandingkan dengan iklan PLN yang mengajak konsumen untuk menghemat pemakaian produknya, listrik.

5 menit ke lokasi X
Pernah perhatikan ada papan iklan yang berisikan waktu tempuh suatu tempat? Misalnya, ini yang sering saya temui di sepanjang jalan Margonda, ITC Depok, 10 menit lagi, 5 menit lagi, dan seterusnya. Atau iklan perumahan yang menyebutkan 5 menit ke Mall X misalnya. Saya kok jadi aneh ya. Sekarang misalnya 5 menit menuju lokasi X, mungkin kalau naik mobil/motor bisa ditempuh dalam 5 menit. Pertanyaan saya, lha kalo naik sepeda goes? Atau jalan kaki? Iya kalo jalanan lancar, lha kalo macet? Bisa saja to? Wong namanya juga jalan raya. Kalo tiba-tiba Aa Rossi ngapelin saya trus minta ditemenin ke ITC Depok (ngapain coba?), trus kesananya pake motor yang biasa dipake dia balapan, pantat baru nempel juga udah nyampe.
Jadi ini pembohongan publik atau bagaimana? Kenapa para pengiklan itu tidak menyebutkan jarak tempuhnya saja, berapa km atau berapa m. Jadinya kan kalau yang pakai mobil/motor bisa mengira-ngira waktu tempuhnya ketika melirik speedometer. Dengan asumsi jarak tempuh itu adalah jarak terdekat, kalo misalnya orangnya nyasar muter-muter ya salah dia sendiri.
Eh, itu yang di pojokan belakang pasti dah mau nyolot, ya yang menyebutkan waktu tempuh tadi bisa juga dong menggunakan asumsi kalo itu pake kendaraan bermotor? Ok saya jawab, kendaraan bermotor juga kan tergantung yang nyupir, kendaraan bermotor kalo jalanan macet juga mana bisa cepet. Emang mau kayak transformer jadinya nanti mobil berkaki?

Kontes putri-putrian, penting ga sih?
Kalo penting, penting buat siapa? Apa untungnya untuk Indonesia? Pertanyaan ini terlintas ketika menonton acara pemilihan Putri Indonesia 2008 sekitar seminggu yang lalu. Sang Putri terpilih akan menerima bermacam-macam hadiah, mulai dari sepatu Rotelli sampai mobil. Kemudian, tugas selanjutnya adalah melakukan kunjungan ke berbagai daerah, menjadi pembicara di berbagai acara, dan akhirnya, mewakili Indonesia di ajang Miss Universe.
Yang jadi pertanyaan saya, ketika putri-putri tadi melakukan kunjungan ke (misalnya) yayasan anak-anak jalanan. Mereka ngapain? Dateng, ngobrol bentar, foto-foto, dadah-dadah, pulang. Apa yang mereka beri untuk anak-anak jalanan tadi? Ok, mungkin kedatangan mereka bisa membangkitkan semangat anak-anak tadi, mungkin saja. Tapi coba bandingkan dengan dengan para pengurus yayasan tadi, mereka memberi sesuatu yang konkret.
Mengirim ke ajang Miss Universe. Dibilangnya, untuk mengangkat pamor Indonesia, terutama dari segi pariwisata. Saya akan menganalogikan dengan tempat makan yang dikunjungi Pak Bondan Mak Nyoss. Awalnya orang pasti penasaran dan tertarik karena Pak Bondan pernah makan di situ sambil bilang “Mak Nyoss”. Kalau ternyata masakannya kurang enak, ya pasti ramenya sebulan doang, tapi kalo emang enak, ga perlu didatangi Pak Bondan juga sudah rame. Maksud saya, kenapa biaya pengiriman Miss Universe itu kita gunakan untuk memperbaiki pariwisata kita dulu? Indonesia sudah dianugerahi keindahan alam yang luar biasa Subhanallah, tapi belum banyak yang tahu, atau, wisatawan yang datang jadi cengok dengan pertanyaan semisal, naik apa? Di sana ada apa aja? Atau seandainya kita membangun hotel mewah tapi kalau di sebelahnya perkampungan kumuh mana sedap dipandang mata? Masalah iklan mengiklan, ga perlu lah mengirim Putri Indonesia yang nantinya meramaikan media dengan misteri apakah sang Putri memakai bikini atau tidak, atau, menaikkan rating infotainment karena ternyata sang Putri berlenggang dengan swimsuit two pieces. Pasang aja iklan di Google atau Yahoo!, gampang kan?
Eh, kalo ga salah saya dulu pernah bikin postingan tentang Miss Universe gitu deh, coba saya cari…. Nah, ketemu. Di sini.

Geng Nero
Salahkah saya jika menyalahkan sinetron-sinetron ABG yang menampilkan cewek-cewek dengan bermacam akal bulus untuk memperebutkan cowok atas maraknya geng Nero dengan perilaku premannya? Sinetron kena lagi.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://justrhe.blogsome.com/2008/08/22/terlintas/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>