menurut saya itu pertanyaan konyol
“telur dulu atau ayam dulu?”
Seringkali pertanyaan itu muncul dalam sebuah debat kusir atau forum lainnya. Dan anehnya, sudah menjadi semacam quote yang terkenal seterkenal “Eureka!” nya Archimedes, “Veni Vidi Vici” nya Julius Caesar atau “Terlalu!” nya Rhoma Irama (ehehehe). Lebih anehnya lagi, orang masih saja terdiam bingung mendengar pertanyaan tersebut seolah merupakan retorika terbaik sepanjang abad.
Sekarang saya balik tanya, menurut Anda, apa dulunya Tuhan itu menciptakan kita dalam bentuk embrio atau zigot? Jadi, kenapa masih pusing dengan telur dan ayam? (pusing gimana beli telur dan ayam, mungkin.)


