Cinta Setaman

Ketika menonton Cinta Setaman semalam, saya jadi bertanya-tanya, hei, kenapa film macam begini promosinya terkesan minim? Atau saya yang kurang gaul? sehingga baru tahu hari Sabtu kemarin padahal film ini sudah mulai tayang tanggal 16 Oktober kemarin.
Setelah menyelesaikan satu cerita di film onmibus ini, saya jadi bertanya-tanya, apa Nicholas Saputra masih mau ngopi di Starbucks?
Sebelum menonton Cinta Setaman semalam, dan disuguhi thriller Mas Suka Masukin aja dan Kawin Kontrak Lagi, timbul pertanyaan dalam otak saya. Bagaimana bisa film macam begini punya ijin tayang setelah disahkan UU Pornografi? Iklannya mondar-mandir di mana-mana pula, jauh lebih kenceng dibanding Cinta Setaman.
Film ini menyentil, bukan nabok. Tapi cukup menohok. Ga percaya? Tonton sendiri
Belum pernah liat Julia Perez turun dari Metro Mini sambil bawa sekarung beras, kan? Kira-kira, apa yang dilakukan Lukman Sardi sebagai guru PMP ketika digoda siswi SMPnya dengan jurus yang dia pelajari dari seorang PSK? Penasaran gimana seperti apa Joni Iskandar sekarang? (untuk menyegarkan ingatan tentang Joni Iskandar, “Aku bukan pengemis cintaaaaaaaaaa… aaaa…”)
Makanya, dari pada dumel-dumel kehabisan Quantum of Solace, mending nonton film yang ini deh.


