Dedikasi bisa mengalahkan segalanya?
Sudah pada kenal The Law kan? Atau yang sudah kenal, masih ingat kan?
Yap!! Itu dia, sekumpulan pemuda antah berantah yang menciptakan lagu dengan lirik yang mendewakan Dewa, mencaci maki band lain dan sebuah lagu khusus untuk menghina Duo Maia. Pertama saya dengar lagu itu, kesan yang saya dapat: SAMPAH! Saya bukan pembela Maia, bukan juga pembenci Dhani, bodo amat lah sama urusan mereka. Tapi saya berhak dong menyaring apa yang masuk ke telinga saya, dan apa yang diteriakkan The Law itu bukan konsumsi yang baik untuk telinga saya.
Coba baca liriknya di sini dan di sini. Sudah? Hmmm… menurut anda?
Apa pantas bahasa seperti itu disebut karya musisi? Ah udah lah ga usah jauh-jauh musisi, itu sih kayak bahasa preman, bahasa orang ga pernah sekolah, orang GA BERPENDIDIKAN, ga punya tata krama. Berlagak pake bahasa Inggris tapi yang dikuasai dan ditonjolkan cuma kata “efyusikei”.
Dan, mereka ga sadar kalo umpatan mereka itu bisa dibalikkan ke mereka sendiri.
“dan di mana Bambang anaknya Hotma
ganti nama jadi Bams (yaelah)”
Lah itu Wulansari jadi Mulan Jameela gimana critanya?
“Dan Kerispatih, vokalisnya kok lucu
itu mikrofon sama giginya beradu
gosipnya sih, lo dan vokalisnya Ungu udah tuker cincin
ternyata lo homo”
Oh hellooooo…. no comment deh
“Piyu Padi sama Didi Element
lo cuma anak kemaren jangan belagak keren
kalo ketemu gue, nanti lo gue backhand
bikin lo meringis kayak cewek yang lagi mens”
Tuh kan preman…
“suck my butt semua band pop
kiss my butt semua band pop
lo nggak akan bertahan lama, lu cuma sementara
hip hop akan terus berjaya
we’re gonna fuck you up”
Saya ini ga ngerti-ngerti banget tentang musik, tapi setau saya Dewa itu bisa dikategorikan Pop Band deh, dan kalau dia ngefans sama Dewa kok bilang hip hop akan terus berjaya?
“lu obral cinte di lagu lo pade”
Hmmm… bukannya Dewa itu di bawah manajemen Republik CINTA?
“Ello kayak homo yang belagak macho
Agnes Monica bikin gue konak selalu”
Bentar-bentar, judulnya Menghujat Pop Band kan? Lha ini kok bawa-bawa Ello sama AgMon?
“Gaya harajuku lu lebih mirip cewe brengsek
Ibu tiga anak kok gayanya seperti bom sex”
Si Mulan itu bukannya punya anak juga?
Oke, mungkin saya sudah terlambat membahas The Law ini, tapi apa yang saya lihat kemarin cukup bikin kaget. Kok si Master Mister Ahmad Dhani ini merekrut pencipta lagu yang saya sebut SAMPAH ini ke Republik Cinta. Saya bukan musisi, apalagi mendapat penghargaan sekelas Gesang. Jadi saya nggak ngerti alasan apa sampai si Master Mister ini merangkul pembuat lagu sampah. Saya juga ga ngerti apa bagusnya lagu itu, nadanya? Saya ga ngerti rap. Cuma bahasa yang dipakai itu lho yang membuat saya menyebutnya sebagai sampah. Gak mungkin dong sekelas Master Mister merekrut seseorang hanya melihat dedikasi tinggi yang ditunjukkan dengan karya yang menjelek-jelekkan lawan? Ah sudahlah, biarlah hanya Tuhan dan Dhani yang tahu. Gak penting!! Yang lebih ga penting lagi kenapa saya menganalisa lagu sampah ini? AHAHAHAHAHAHA!!!!
Hihihihi… saya harus siap-siap kalau sebentar lagi Baladewa menyerbu saya. Piss dong ah, saya bukan Dhani atau Dewa hater, saya ini MU hater (nah bentar lagi saya diserbu fansnya MU nih). Atau jangan-jangan ada yang bakal bikin lagu yang menghujat saya?
. Kalau gitu saya minta bantuan Balareny aja deh wakwakwakwakwak….


