Wagu!! (istilah Jawa, artinya cari sendiri)
Maksudnya?????
Ternyata oh ternyata, doi baru saja membaca bawelan saya di sini dan mengkroscek link yang saya bawelin yang ternyata tidak sesuai dengan postingan saya. Curiga, saya pun ikut mengklik. Eh bener, sekarang jadi Digugat, bukan Di Gugat. Suwer berani dijewer sampe dower deh, awalnya tuh Di Gugat. Ngapain saya mengada-ada?
Kalau tidak percaya, coba simak analisa Roy Suryo berikut:
“Kalian perhatikan linknya, http://www.detikhot.com/read/2008/08/27/173810/995776/230/suami-andhara-early-bersyukur-di-gugat-cerai, fokuskan pada bagian yang dibold. Tanda (-) menunjukkan bahwa itu adalah spasi, dan sekarang lihat pada bagian di dan gugat. Apakah itu digugat ataukah di-gugat?”
Kalau masih belum percaya juga, tanya saja ke suami AE (sekarang udah jadi mantan ya?), apakah dia digugat atau di gugat? Ahahahaha….
Eh, apa kira-kira orang detik.com membaca tulisan saya trus jadi diedit ya? ihihihihihihi…. (Ge - eR itu sehat)
A. Posisi Sekretaris (SCR) dengan kualifikasi sebagai berikut :
Wanita usia maksimal 25 tahun, dan belum menikah
Pendidikan minimal D3 jurusan sekretaris atau administrasi dengan IPK min. 2.80 (PTN) dan 3.00 (PTS)
Berpengalaman lebih diutamakan (minimal 2 tahun pada posisi yang sama)
Berpenampilan dan kepribadian menarik (Berat Badan dan tinggi badan proporsional)
Bersedia dikontrak selama 2 (dua) tahun, dan tidak menikah selama masa kontrak
Fasih berbahasa Inggris (oral & written)
Apabila ada teman atau saudara yang berminat menjadi sekretaris dengan kualifikasi di atas, silahkan mengirimkan surat lamaran dengan kode SCR ke :
PT *********
Gedung ********* Lt. 6
Jl. H.R. Rasuna Said Kav *****
Jakarta Selatan 12910
Atau via email ke *********@*********.co.id (lengkap dengan CV, ijazah dan Transkrip)
Ditunggu paling lambat tanggal 7 NOVEMBER 2008 (Cap Pos)
Hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi saja yang akan dipanggil untuk mengikuti seleksi calon karyawan.
Emang kenapa kalau usianya lebih dari 25 tahun? Usia 50 tahun selama belum menopause juga masih produktif lho (apa hubungannya yak?)
Meskipun sudah menikah, masa mau bawa-bawa suami ke kantor pas jam kerja? ![]()
Nah, ini yang menarik… “Berpenampilan dan kepribadian menarik (Berat Badan dan tinggi badan proporsional)”. Apa si sekretaris mau diikutkan ajang putri-putrian atau kontes kecantikan?
Emang, si sekretaris mau disuruh ngapain?
note. dapat dari broadcast message via Y!M dari seorang teman, yang tentunya tidak ditujukan untuk saya yang otomatis tercoret dari poin 4 xixixixi….
Scene dimulai dengan adegan seorang cewek yang menangis histeris sedang ditarik-tarik seorang pria kekar, sementara di sudut lain tergeletak seorang cowok yang diperankan oleh Sammy. Alur kemudian terflashback ke saat di mana si cewek dan Sammy masih pacaran, dan datangnya orang ketiga yang tidak lain adalah teman mereka sendiri (note: ceritanya di sini mereka adalah sekawanan perampok).
Dan ketika mereka sedang menjalankan aksinya merampok sebuah bank, di sinilah konflik dimulai. Di tengah senjata-senjata yang mengarah ke kepala, jerit ketakutan, tumpukan uang dimasukkan ke kantong dengan tergesa, ternyata ada sebuah sudut yang bernuansa romantis. Sammy datang ketika si cewek dan si pria selingkuhan sedang bermesraan, terjadilah pertengkaran hebat di antara ketiganya. Cerminan perampok yang tidak profesional, menyelesaikan konflik pribadi ketika sedang menjarah uang.
Ketika sedang beradu urat leher, tak mereka sadari datanglah Polisi atau LAPD atau SWAT atau apalah namanya, yang jumlahnya kira-kira 5 orang, sedang mengintai dengan senjata teracung kemana-mana. Untung bagi si Polisi/LAPD/SWAT dan malang bagi si perampok karena si cewek begitu terkejut menyadari beberapa sinar merah mengarah ke tubuhnya, dan perlahan mengumpul ke kepalanya. Melihat hal itu, kawanan lain yang dibelakangnya pun refleks melarikan diri.
Di saat inilah, Sammy bertindak sebagai pahlawan (bagi si cewek). Dia maju menggantikan kepalanya menjadi sasaran penembakan. Sementara si pria selingkuhan menarik si cewek yang berteriak-teriak menangis untuk menjauh. Sampai di sini, kisah yang romantis bukan? Seorang pria yang masih rela mengorbankan nyawanya untuk wanita yang mengkhianati cintanya.
Tapi coba cekbebicek lagi deh, tim LAPD atau SWAT tadi kan jumlahnya ada 5 orang atau bahkan lebih tuh, dan semuanya bersenjata. Tapi kenapa cuma ada 1 target penembakan, sedangkan di situ banyak perampok lain yang siap dilumpuhkan? Kenapa ada 5 orang bersenjata yang fokus hanya ke satu titik dan membiarkan yang lainnya kabur? Jadi kayak kisah pertempuran antara perampok non profesional versus LAPD/SWAT yang bekerja kurang efektif.
Romantis sih, tapi nggak logis.
btw, rasa-rasanya kok saya ini tukang kritik banget ya
5 menit ke lokasi X
Pernah perhatikan ada papan iklan yang berisikan waktu tempuh suatu tempat? Misalnya, ini yang sering saya temui di sepanjang jalan Margonda, ITC Depok, 10 menit lagi, 5 menit lagi, dan seterusnya. Atau iklan perumahan yang menyebutkan 5 menit ke Mall X misalnya. Saya kok jadi aneh ya. Sekarang misalnya 5 menit menuju lokasi X, mungkin kalau naik mobil/motor bisa ditempuh dalam 5 menit. Pertanyaan saya, lha kalo naik sepeda goes? Atau jalan kaki? Iya kalo jalanan lancar, lha kalo macet? Bisa saja to? Wong namanya juga jalan raya. Kalo tiba-tiba Aa Rossi ngapelin saya trus minta ditemenin ke ITC Depok (ngapain coba?), trus kesananya pake motor yang biasa dipake dia balapan, pantat baru nempel juga udah nyampe.
Jadi ini pembohongan publik atau bagaimana? Kenapa para pengiklan itu tidak menyebutkan jarak tempuhnya saja, berapa km atau berapa m. Jadinya kan kalau yang pakai mobil/motor bisa mengira-ngira waktu tempuhnya ketika melirik speedometer. Dengan asumsi jarak tempuh itu adalah jarak terdekat, kalo misalnya orangnya nyasar muter-muter ya salah dia sendiri.
Eh, itu yang di pojokan belakang pasti dah mau nyolot, ya yang menyebutkan waktu tempuh tadi bisa juga dong menggunakan asumsi kalo itu pake kendaraan bermotor? Ok saya jawab, kendaraan bermotor juga kan tergantung yang nyupir, kendaraan bermotor kalo jalanan macet juga mana bisa cepet. Emang mau kayak transformer jadinya nanti mobil berkaki?
Kontes putri-putrian, penting ga sih?
Kalo penting, penting buat siapa? Apa untungnya untuk Indonesia? Pertanyaan ini terlintas ketika menonton acara pemilihan Putri Indonesia 2008 sekitar seminggu yang lalu. Sang Putri terpilih akan menerima bermacam-macam hadiah, mulai dari sepatu Rotelli sampai mobil. Kemudian, tugas selanjutnya adalah melakukan kunjungan ke berbagai daerah, menjadi pembicara di berbagai acara, dan akhirnya, mewakili Indonesia di ajang Miss Universe.
Yang jadi pertanyaan saya, ketika putri-putri tadi melakukan kunjungan ke (misalnya) yayasan anak-anak jalanan. Mereka ngapain? Dateng, ngobrol bentar, foto-foto, dadah-dadah, pulang. Apa yang mereka beri untuk anak-anak jalanan tadi? Ok, mungkin kedatangan mereka bisa membangkitkan semangat anak-anak tadi, mungkin saja. Tapi coba bandingkan dengan dengan para pengurus yayasan tadi, mereka memberi sesuatu yang konkret.
Mengirim ke ajang Miss Universe. Dibilangnya, untuk mengangkat pamor Indonesia, terutama dari segi pariwisata. Saya akan menganalogikan dengan tempat makan yang dikunjungi Pak Bondan Mak Nyoss. Awalnya orang pasti penasaran dan tertarik karena Pak Bondan pernah makan di situ sambil bilang “Mak Nyoss”. Kalau ternyata masakannya kurang enak, ya pasti ramenya sebulan doang, tapi kalo emang enak, ga perlu didatangi Pak Bondan juga sudah rame. Maksud saya, kenapa biaya pengiriman Miss Universe itu kita gunakan untuk memperbaiki pariwisata kita dulu? Indonesia sudah dianugerahi keindahan alam yang luar biasa Subhanallah, tapi belum banyak yang tahu, atau, wisatawan yang datang jadi cengok dengan pertanyaan semisal, naik apa? Di sana ada apa aja? Atau seandainya kita membangun hotel mewah tapi kalau di sebelahnya perkampungan kumuh mana sedap dipandang mata? Masalah iklan mengiklan, ga perlu lah mengirim Putri Indonesia yang nantinya meramaikan media dengan misteri apakah sang Putri memakai bikini atau tidak, atau, menaikkan rating infotainment karena ternyata sang Putri berlenggang dengan swimsuit two pieces. Pasang aja iklan di Google atau Yahoo!, gampang kan?
Eh, kalo ga salah saya dulu pernah bikin postingan tentang Miss Universe gitu deh, coba saya cari…. Nah, ketemu. Di sini.
Geng Nero
Salahkah saya jika menyalahkan sinetron-sinetron ABG yang menampilkan cewek-cewek dengan bermacam akal bulus untuk memperebutkan cowok atas maraknya geng Nero dengan perilaku premannya? Sinetron kena lagi.
Ada juga yang bilang kalau warna-warna tersebut juga mempengaruhi kondisi psikologis manusia. Misalnya, merah menyemangati, hijau mendinginkan, biru mendamaikan, dll. Nah yang membuat saya bertanya-tanya adalah warna-warna dan bentuk dalam logo-logo ini.

Hmmm… saya jadi bertanya-tanya, apa makna logo-logo tersebut? Terutama bentuk, komposisi warna dan susunannya. Kok mirip-mirip ya? Apakah tender pembuatan logo dimenangkan oleh pihak yang sama?
Ada yang bisa membantu memberi penjelasan pada saya?
*I know… katrok! ahahahahaha….
but it’s truly comes from Rx’s heart
… dan ketika ingin mengkonversi rasa sesal tersebut ke sebuah tulisan dalam dalam suatu Short Message Service untuk dikirim ke seorang sahabat, gagal karena pulsa kartu prabayarnya habis
kemudian senyum-senyum sendiri sementara di dalam hati….
AHAHAHAHAHAHAHAHA….
Maksudnya? Makanan kenes? Makanan sinis?
Coba buka-buka lagi deh folder Music lama di komputer atau laptop masing-masing, masih ingat lagu Sedang Ingin Bercinta? Saya rasa Makhluk Tuhan Paling Seksi adalah kelanjutan lagu tersebut, sebelumnya masih pengen doang, nah sekarang kesampean ahahahaha. Dhani oh Dhani…
Setiap ada kamu.. mengapa jantung ini
Berdetak lebih kencang..seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu..mengapa darah ini mengalir lebih cepat
Dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu..otak ku berpikir
Bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu… aku ingin…
Bo, itu kan lagu tentang orang pengen ML, tapi toh sampai sekarang baik-baik saja. Ga dicekal kayak Yang Kumau-nya Melly, atau cover Tempo beberapa saat yang lalu setelah wafatnya “Hokage Kedua”. Yah, oke itu masalah agama, memang ekstrim. Mari letakkan lagu ML ini ke masalah moral, tapi dia ga diserbu massa sampai merusak gedung sambil membakar majalah dengan Andara Early tersenyum di sampulnya. Trus kenapa?
Bisa jadi karena kepiawaian si Master Mister ini memilih kata sehingga lagu vulgar terimplisit menjadi sesuatu yang wajar di telinga semua kalangan, termasuk anak-anak. Mungkin juga karena nama besar si Mas (Master Mister Mastur Mistar gitu loh) jadinya sisi negatifnya tak tersentuh massa. “Apapun lagumu, pokoknya aku padamu”. Atau, apa karena badan sensor moral yang kurang peka? Oh iya saya lupa, kita cuma punya badan sensor film ya?
Btw, bukankah KPAI juga bisa cawe-cawe menyikapi masalah seperti ini? (hai Kak Seto)
Jadi, si Master Mister yang kelewat hebad atau badan sensor yang lewat aja?